Pendidikan

Selasa, 1 Juni 2021 - 04:52 WIB

2 minggu yang lalu

logo

MOU dengan BWI, Upaya ITS Sejahterakan Sivitas Akademikanya

Surabaya | klikku.net – Guna memenuhi misinya untuk mensejahterakan seluruh sivitas akademika, khususnya mahasiswa yang membutuhkan beasiswa. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berupaya membantu biaya pendidikan bagi mahasiswanya, melalui penanaman dana wakaf yang dikelola oleh pihak ketiga.

Hal tersebut ditandai dengan dilakukannya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang diamanahkan sebagai pihak pengelola dana wakaf.

Kegiatan dilakukan di Ruang Sidang Pimpinan, Gedung Rektorat ITS, Senin (31/5/2021). MoU ini ditandatangani langsung oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari M Eng dan Ketua Badan Pelaksana BWI masa bakti 2021-2024, Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA.

Dalam sambutannya, Prof Ashari mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya MoU ini adalah dalam rangka menjalankan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) ITS. Yaitu gerakan wakaf uang yang direncanakan bersumber dari Dana Abadi ITS dan dikelola oleh BWI.

“Pada prakteknya, dana tersebut digunakan untuk membantu mahasiswa ITS berupa bantuan biaya pendidikan. Karena dana abadi ITS sampai saat ini masih terbatas, untuk sekarang wakaf tersebut bersumber dari dana ITS,” ujarnya.

Ashari juga menyebutkan bahwa ada dua naskah nota kesepahaman yang ditandatangani dalam prosesi kali ini. Yakni naskah GNWU untuk pendidikan, penelitian, dan pengembangan aset wakaf di ITS. Serta naskah GNWU untuk program bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa. Perjanjian ini sendiri akan berlaku selama empat tahun sampai tahun 2025.

“Untuk jenisnya, wakaf tersebut terbagi dalam dua bentuk, yaitu Wakaf Manarul Ilmi dan Endowment ITS. Untuk dana Endowment sendiri, sampai sekarang sudah terkumpul sebesar Rp 6 miliar. Dana ini berasal dari sumbangan alumni dan pihak lainnya yang terkumpul sedikit demi sedikit. Kita berkomitmen untuk menambah dana Endowment ini sebesar dua puluh miliar rupiah setiap tahun,” ungkap guru besar Teknik Elektro ini.

Dengan adanya kerja sama dengan BWI ini, Ashari mengatakan bahwa ITS tidak hanya akan menaruh dana untuk internal kampus. Tetapi ITS juga akan mengalokasikan sebagian dana tersebut untuk wakaf Indonesia, di mana pengelolaannya dilakukan secara bersama.

“Semuanya memiliki misi yang tidak hanya untuk mahasiswa ITS dan masyarakat di masa depan. Tetapi juga untuk bekal after future,” tandasnya.

Sementara itu, Prof M. Nuh menyampaikan apresiasi pada ITS, yang telah menunjuk BWI guna mengelola dana wakaf yang dihimpunnya.

“Tugas BWI disini hanya sebagai pengelola aset wakaf milik ITS. Di mana pengelolaan wakaf ini dilakukan untuk menaikkan nilai tambah dari wakaf tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, M. Nuh memaparkan bahwa dana awal yang diserahkan ke BWI akan tetap dimiliki oleh ITS. Sedangkan nilai tambah yang didapat dari dana itulah, yang nantinya akan diwakafkan.

“Kebijakan ini adalah keputusan yang tepat dan strategis yang diambil oleh ITS. Mengingat dana sumber wakaf tidak akan kemana-mana, jika tidak diinvestasikan untuk berkembang. Selain sebagai investasi, ini adalah bentuk sedekah dan amal dari seluruh sivitas akademika ITS,” pungkas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITS ini. (@Nto tse) 


Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 162 kali

Baca Lainnya