Hukrim

Rabu, 2 Juni 2021 - 11:35 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Properti Senilai Rp 11 Milyar

Surabaya | klikku.net – Sat Reskrim Polrestabes Surabaya mengungkap kasus penipuan dan penggelapan dengan modus penawaran properti bernilai milyaran di Surabaya.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan Dadang Hidayat, Direktur perusahaan PT. Indo Tata Graha sebagai tersangka tunggal.

Menurut Wakasat Reskrim Kompol Ambuka Yudha, dalam menjalankan aksinya tersangka menawarkan properti berbentuk smartkost, pada para korbannya.

“Jadi tersangka ini menawarkan investasi dalam bentuk properti di kawasan Surabaya Timur, senilai milyaran rupiah. Namun hingga 2 (dua) tahun lebih, bangunan yang dijanjikan tidak kunjung dibangun. Sehingga para korban melapor pada kami,” ujarnya, Rabu (2/6/2021).

Dalam menjalankan aksinya, selain memasarkan secara online lewat sejumlah situs jual beli properti. Tersangka juga kerap mengikuti pameran properti di sejumlah pusat perbelanjaan kota Surabaya, sejak November 2018.

“Para korban yang berjumlah 11 orang ini tergiur. Karena selain berinvestasi dalam bentuk properti produktif berupa rumah kost. Tersangka Dadang ini juga berjanji akan menyediakan operator bagi smartkost ini. Sehingga pemilik kost tidak perlu mencari orang yang ingin kost. Karena operator yang akan menjalankan operasionalnya,” tambahnya.

Namun setelah lebih 2 (dua) tahun tak kunjung dibangun, akhirnya korban yang masing-masing telah membayar senilai lebih dari Rp 1 milyar ini, melapor ke polisi.

“Saat kami periksa, tersangka beralasan meski telah menerima lebih dari Rp 11 milyar. Namun ia tak kunjung membangun, karena tanahnya bermasalah. Namun kami punya bukti-bukti yang menguatkan, jika memang ada upaya penipuan dan penggelapan dalam kasus ini. Apalagi, hingga saat ini lahan yang rencananya akan digunakan sebagai bangunan Smartkost ini, ternyata masih belum menjadi milik PT. Indo Tata Graha,” pungkas Ambuka.

Rencananya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan/atau pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan/atau Penggelapan. Dengan ancaman hukuman 4 (empat) tahun penjara. (@hmad) 


Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 418 kali

Baca Lainnya