Daerah Kasuistika Pemerintahan

Jumat, 4 Juni 2021 - 04:08 WIB

3 minggu yang lalu

logo

(Foto : klikku.net / ist)

(Foto : klikku.net / ist)

GAKI Duga Pelaksanaan DD Milyaran Rupiah di Kecamatan Ganding Sumenep Asal dan Minim Keterbukaan Informasi

Sumenep | klikku.net – Aroma tak sedap pada pekerjaan Dana Desa di kecamatan Ganding mulai terendus oleh Gugus Anti Korupsi Indonesia Jawa Timur (GAKI Jatim). Pasalnya bergulirnya Dana Desa (DD) sejak 2015 silam, dengan anggaran miliaran rupiah di setiap desa pertahunnya, Terindikasi pekerjaannya tidak transparan dan terkesan asal selesai.

Hal itu disampaikan Ach. Farid Azziyady selaku nahkoda LSM GAKI Jatim pada media ini, dirinya mengaku telah melakukan investigasi ke lapangan bersama tim beberapa waktu lalu.

“Ternyata masih banyak ditemukan pembangun dana desa yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasinya, artinya masih banyak pekerjaan dana desa yang cendrung dikerjakan asal-asalan!” tegas Farid, pada media Klikku.net, Kamis (03/06/2021) sore.

Farid, sapaan akrabnya mengklaim telah menemukan jamak kejanggalan Proyek Dana Desa di kecamatan Ganding, Sumenep. Hal tersebut menurutnya dapat dilihat dari amburadulnya pembangunan infrstruktur di lima (5) desa di kecamatan Ganding, yang pada waktu lalu telah di diinvestigasi langsung ke lapangan.

Adapun lima desa yang dijadikan sampel investigasi dari 14 desa yang ada; Desa Rombiya Timur, Desa Ganding, Desa Gadu Barat, Desa Ketawang Daleman, dan Desa Ketawang Larangan, semua desa itu ada di Kecamatan Ganding.

Lanjut, Pria yang saat ini masih aktif menahkodai PAC IKA PMII Kecamatan Guluk-Guluk ini, Dirinya masih akan terus melakukan investigasi secara ditail, Disamping data yang dimilkinya saat ini, pihaknya masih akan terus mendalami, karena lima desa tersebut akan menjadi agenda prioritas organisasi yang di pimpinnya.

“Lima desa ini akan menjadi Atensi khusus Gaki Jatim, satu minggu kedepan kami akan terus melanjutkan investigasi khusus ke lima desa yang akan kami jadikan sampel!” tegas Farid.

Tidak hanya itu, dirinya juga menduga ada ketidak beresan pada pengelolaan BUMDes nya, Soalnya, di era keterbukaan yang seharusnya semua informasi dapat diaksesnya dengan mudah, ternyata di semua desa se kecamatan Ganding masih menjadi teka-teki dan terkesan ditutup-tutupi.

Farid menilai, pengelolaan Bumdes semua desa tidak transparan, baik dipenyertaan modalnya apalagi di pelaksanaannya, karena dirinya mempunyai keyakinan bahwa lima desa tersebut tidak memiliki perdes Bumdes.

Selain itu Farid, juga semprot peran camat Ganding, selama ini seharusnya camat berperan aktif karena pada dasarnya Camat memilki fungsi pembinaan dan pengawasan (Binwas).

“Camat Ganding harusnya melakukan Pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan desa yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggung jawaban,” singgung Farid.

Lebih lanjut, Farid, sapaan akrabnya, jika pihaknya menemukan penyimpangan dan terdapat unsur pidana di dalamnya, maka Gaki Jatim tak segan membawanya ke ranah hukum.

“Dan apabila ditemukan dugaan penyimpangan, maka kami akan melaporkan ke Inspektorat Sumenep untuk dilakukan audit khusus di lima desa tersebut, dan apabila ada fakta pidananya, maka kami akan menindak lanjuti secara hukum,” terangnya.

Sesuai dengan Amanah UU desa nomor 6 tahun 2014, pengelolaan dan pekerjaan Dana Desa, wajib dikerjakan dengan profesional, transparan dan berkeadilan, karena Dana Desa, adalah milik semua masyarakat, bukan milik oknum kades.

Amanah UU Desa, Permendagri dan instrumen lainnya, bahwa pekerjaan fisik Dana Desa, dikerjakan oleh TPK yang sudah dibentuk, bukan oleh kepala desa, termasuk pengelolaan Bumdes, jelas dikelola oleh pengurus BUMDes dan pihak ketiga, artinya tidak boleh dikelola oleh oknum kades, Dirinya berharap dalam seminggu kedepan, investigasi Timnya bisa segera rampung.

Hingga berita ini terbit, belum ada tanggapan dari lima desa dan camat setempat, meskipun sambungan WhatsApp terlihat aktif.


Editor : Anam

Reporter : Holidi

Artikel ini telah dibaca 99 kali

Baca Lainnya