Ekonomi Bisnis Nasional

Minggu, 6 Juni 2021 - 23:00 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Mulai Juli 2021, Pemerintah Hentikan Stimulus Listrik Karena Ekonomi Pulih

Jakarta | klikku.net – Pemerintah akan menghentikan stimulus tarif listrik selama Pandemi Covid-19 terhitung mulai Juli 2021. Hal ini sejalan dengan pulihnya kondisi perekonomian masyarakat di banyak daerah.

Menurut Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana, pelaksanaan nya masih melihat kondisi. “Karena Triwulan III 2021 itu belum bisa dilaksanakan,” ujarnya Minggu (6/6/2021).

Kebijakan pemulihan ekonomi nasional masih terus berlanjut, dan menunjukkan hasil yang diklaim positif pada angka pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), meski mengalami kontraksi, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2021 tercatat minus 0,74 persen secara tahunan (yoy), atau dalam keadaan membaik dibandingkan pertumbuhan triwulan IV 2020 sebesar minus 2,19 persen.

Menurut BPS, memasuki awal tahun ini, terdapat 10 provinsi yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif. Di antaranya Papua dengan realisasi 14,28 persen, Maluku Utara mecapai 13,45 persen, dan Sulawesi Tengah yang tumbuh 6,26 persen.

Tidak hanya itu, data BPS juga menunjukkan bahwa Yogyakarta mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,14 persen, Sulawesi Utara sebesar 1,87 persen, dan Papua Barat sebesar 1,47 persen.

Perekonomian di Kepulauan Bangka Belitung juga tercatat tumbuh 0,97 persen, Riau tumbuh 0,41 persen, Nusa Tenggara Timur tumbuh 0,12 persen, dan Sulawesi Tenggara tumbuh 0,06 persen.

Dengan melihat tren pertumbuhan ekonomi sejak akhir tahun lalu hingga tiga bulan pertama 2021, pemerintah lantas memutuskan untuk menghentikan stimulus listrik.

“Itu keputusan secara umum, menyangkut juga bantuan sosial yang lain, tidak lagi dibantu oleh negara,” tambah Rida.

Hingga April 2021, realisasi subsidi listrik tercatat mencapai Rp 22,10 triliun, terdiri dari subsidi untuk 25 golongan pelanggan PLN senilai Rp 17,36 triliun, diskon rumah tangga tidak mampu golongan 450 VA dan 900 VA senilai Rp 4,67 triliun, dan diskon golongan bisnis 450 VA, serta industri 450 VA senilai Rp 66 miliar.

Dalam konteks penanganan dampak pandemi Covid-19, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon tagihan listrik 100 persen bagi pelanggan golongan rumah tangga 450 VA, serta diskon 50 persen bagi pelanggan rumah tangga 900 VA sejak April 2020.

Diskon 100 persen juga diberikan bagi pelanggan bisnis kecil dan industri dengan daya 450 VA. Serta pembebasan biaya minimum, abonemen dan biaya beban bagi pelanggan sosial, bisnis, dan industri dengan daya lebih dari 1.300 VA.

Ketentuan stimulus listrik itu juga terus diperpanjang dan berlaku hingga triwulan II 2021, dengan besaran diskon yang diberikan hanya 50 persen dari stimulus yang diterima sebelumnya.

Mulai Juli mendatang, pemerintah akan menghentikan stimulus listrik sepenuhnya, menyusul kondisi perekonomian yang mulai membaik.

Para ekonom menilai, keputusan pemerintah menghentikan stimulus listrik merupakan langkah untuk meringankan beban keuangan negara. (ANto tse) 


Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 590 kali

Baca Lainnya