Kesehatan Nasional

Selasa, 8 Juni 2021 - 03:35 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Harus Ekstra Hati-Hati ditengah Kasus Covid-19 yang Masih Fluktuatif

Jakarta | klikku.net – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pesan khusus dari Presiden Joko Widodo, terkait rencana dimulainya pembelajaran tatap muka di sekolah, bulan depan. Agar dilaksanakan dengan sangat hati-hati.

Apalagi penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah masih belum sepenuhnya bisa ditekan. Bahkan, belakangan terjadi lonjakan drastis di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Maka dari itu, Presiden menyatakan belajar tatap muka boleh dilaksanakan secara terbatas. Dengan tetap mengutamakan keselamatan murid dan guru.

“Teknisnya, jumlah peserta didik yang hadir di sekolah paling banyak 25 persen dari total. Lalu, maksimal pembelajaran tatap muka dilaksanakan dua hari dalam sepekan. Kemudian, durasi pembelajaran tatap muka paling lama 120 menit atau dua jam,” ujar Budi, seusai rapat kabinet terbatas yang berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (7/6/2021).

Budi juga menegaskan, keputusan boleh tidaknya peserta didik datang ke sekolah, tetap di tangan orang tua.

“Selain itu, semua guru dan tenaga pendidikan sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, sebelum pembelajaran tatap muka dimulai,” pungkasnya.

Rencananya, kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah akan kembali dimulai pada bulan Juli 2021, bertepatan dengan tahun ajaran baru.

Pembelajaran tatap muka, akan dilakukan secara bertahap, sesuai kesiapan masing-masing daerah, menerapkan protokol pencegahan Covid-19, dan tingkat pengendalian penyebaran kasus.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta Kementerian Agama, bahkan sudah menerbitkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka di masa pandemi Covid-19.

Pemerintah juga masih mengupayakan pemerataan vaksinasi untuk 5,6 juta guru dan tenaga pendidik di seluruh wilayah Indonesia, sebelum akhir tahun ini. (M F@aza) 


Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 196 kali

Baca Lainnya