Ekonomi Bisnis Nasional

Jumat, 11 Juni 2021 - 02:15 WIB

2 bulan yang lalu

logo

OJK Bekukan 3000 Lebih Pinjol Ilegal

Jakarta | klikku.net – Hingga kini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memblokir 3.193 pinjaman online atau pinjol ilegal, yang sebagian diantaranya memanfaatkan data pribadi nasabah untuk keperluan penagihan dengan mengintimidasi. Hal ini disampaikan Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L. Tobing, Kamis (10/6/2021).

“Kita sudah memblokir 3.193 pinjaman online ilegal. Jumlah ini sangat besar,” ujarnya.

Menurut Tongam, tidak sedikit masyarakat yang terjebak pinjaman online ilegal. Karena rata-rata pinjol ilegal tidak meminta persyaratan yang ketat, saat menggaet nasabah. Meski demikian, konsekuensi dari pinjaman online ilegal amat berbahaya.

“Mesmi bunga yang dijanjikan hanya setengah persen. Namun realisasinya bisa 2 hingga 4 persen per hari. Yang paling berbahaya adalah, dia selalu minta izin kita untuk bisa mengakses semua data dan kontak di handpone,” tambahnya.

Setelah mendapatkan data pribadi, pemberi pinjaman sewaktu-waktu akan menggunakannya, untuk mengintimidasi atau meneror nasabah yang tidak segera melunasi pinjaman dengan menyebarkan foto, atau data pribadi yang bersangkutan kepada publik.

“Untuk itu kita mendorong para pelaku ini ke kepolisian,” ungkapnya.

Meski demikian, Tongam menyatakan bahwa tidak semua pinjaman online merugikan. Sebab, tujuan dari pinjaman online adalah menjembatani kebutuhan dana masyrakat yang tidak bisa terlayani oleh sektor jasa keungan formal di bank.

“Hingga kini ada 55 juta nasabah yang bergabung dengan pinjaman online yang legal atau resmi, dengan total outstanding mencapai Rp18 triliun. Jadi jika ada masyarakat yang mengatakan pinjol itu menyengsarakan. Berarti, dia terjebak pinjol ilegal,” pungkasnya. (ANto tse) 


Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 73 kali

Baca Lainnya