Daerah Hukrim Kasuistika Pemerintahan

Selasa, 15 Juni 2021 - 13:09 WIB

1 bulan yang lalu

logo

(Foto : klikku.net / ist)

(Foto : klikku.net / ist)

Sebut BLKLN Pahlawan Devisa, Walikota Malang Ditantang Debat SBMI Malang!

Malang | klikku.net – Pernyataan Walikota Malang, Sutiaji di news.detik.com, “Jangan memberikan konotasi yang jelek terhadap kegiatan-kegiatan semacam ini karena sesungguhnya di sini membantu masyarakat yang kepingin kerja di luar. Dan ini adalah pejuang-pejuang devisa negara juga,” ungkapan Sutiaji itu berbuntut panjang.

Pimpinan Serikat Buruh Migran Indonesia Dewan Pimpinan Cabang Malang (SBMI DPC MALANG) meradang, melayangkan surat terbuka menanggapi Walikota Malang melarang memberi konotasi negatif terhadap Balai Latihan Kerja milik PT. CKS (perekrut dan penyelenggara penampungan calon buruh migran/BLKLN CKS). Lebih jauh Sutiaji menyebut, “Dan ini adalah pejuang-pejuang devisa Negara juga!” tegasnya.

Dina Nuriyati, juru bicara yang ditunjuk SBMI DPC Malang menyebut kalimat Sutiaji itu salah dan tidak sepatutnya diujarkan seorang Walikota yang dipilih rakyat. “Sangat menciderai keadilan dan rasa kemanusiaan. Pahlawan devisa itu Buruh Migran Indonesia, mereka yang ngosek wc, mereka yang kuli bangunan, perawat bayi, manula dan lainnya di luar negeri. Mereka tersebar di Hong Kong, Taiwan, Negarara-negara Arab dan lainnya. PT perekrut buruh migran seperti PT. CKS itu bukan pahlawan Devisa. Walikota omongannya kok ngawur,” ujar mantan buruh migran ini.

Dina menjelaskan PT. CKS jelas patut disorot sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas Tragedi CKS Kedung Kandang Malang, dimana 5 orang calon buruh migran berusaha menyelamatkan diri dari penampungan lantai 4 gedung BLKLN CKS menggunakan selimut, 3 diantaranya jatuh mengalami patah tulang dan luka serius. Jatuhnya korban itu adalah dampak negatif, mustahil disebut dampak positif.

(Foto : tangkapan layar klikku.net / ist)

Dina memastikan, “Walikota Sutiaji tak selayaknya bicara begitu apalagi bicara di publik. Apalagi pak Sutiaji menyebut penyebabnya calon buruh migran yang jadi korban itu terprovokasi. Ini mengesankan menyalahkan korban. Janganlah Blame Victim terhadap korban yang sudah menderita. Korban sebagai korban tidak boleh dipersalahkan. Kalau mau belajar seluruh pasal dalam kuhp itu dalam rangka menghukum pelaku kejahatan, bukan untuk menyalahkan korban.” paparnya.

Dina menyebut dirinya ditunjuk sebagai juru bicara SBMI DPC Malang untuk menuntut pertanggung jawaban pelayan rakyat Malang, dengan menantang debat publik Walikota Malang Sutiaji yang nyata-nyata membela PT. CKS dalam ungkapannya di news.detik.com itu.

“Bila pak Sutiaji tidak bersedia menerima tantangan debat kami, maka dia harus meminta maaf kepada seluruh Buruh Migran Indonesia. Tapi saya berharap pak Walikota menerima tantangan kami ini,” ujar Dina.

Artikel ini telah dibaca 483 kali

Baca Lainnya