Daerah Hallo Polisi Kasuistika Kesehatan Pemerintahan

Jumat, 18 Juni 2021 - 16:24 WIB

1 bulan yang lalu

logo

UPTD Puskesmas Lenteng, Kabupaten Sumenep. (Foto : klikku.net / ist)

UPTD Puskesmas Lenteng, Kabupaten Sumenep. (Foto : klikku.net / ist)

Basori Tuding Pelayanan Puskesmas Lenteng Sumenep Abaikan Keselamatan Pasien Laka

Sumenep | klikku.net – Dugaan buruknya sistem layanan kesehatan di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Lenteng, Sumenep, Madura, Jawa Timur, tuai kritikan dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari Basori seorang pegiat Jurnalis di salah satu media online dan cetak Kabupaten Sumenep, misalnya, dirinya mengaku geram setelah melihat langsug perihal sikap petugas Puskesmas Lenteng yang terkesan enggan mengantarkan salah seorang pasien bernama Azhar Wahyudi, warga Dusun Utara Pasar, Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa, yang kala itu pihak keluarga meminta petugas puskesmas setempat merujuk pasien kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polsek Lenteng ke RSUD Dr. Moh. Anwar Sumenep, dan sangat memerlukan fasilitas mobil ambulance milik puskemas setempat.

Azhar Wahyudi, pasien laka lantas warga Dusun Utara Pasar, Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa. (Foto : klikku.net / Holidi)

Namun, pihak Puskesmas Lenteng terkesan mengulur waktu lama dan lebih mementingkan urusan administrasi dibandingkan keselamatan pasien, padahal menurut Basori yang juga merupakan teman dari keluarga korban ini, menyampaikan bahwa mendahulukan keselamatan pasien jauh lebih penting dari sekedar urusan prosedur administratif, karena ini menyangkut keselamatan jiwa dan kemanusiaan.

“Jelas itu merupakan sikap tak pantas yang semestinya tidak dilakukan oleh petugas kesehatan dalam hal ini pihak Puskesmas Lenteng. Bagi saya ini bertentangan dengan asas kemanusiaan,” kata Basori kepada klikku.net, Jum’at (18/06/2021) sore.

Dirinya menegaskan apapun konteksnya, jika itu menyangkut urusan kemanusiaan maka ia harus mendapatkan penanganan prioritas dalam hal pelayanan kesehatan masyarakat. Bukan sebaliknya, mengedapankan mengerjakan urusan birokrasi yang memakan waktu lama.

“Menurut saya untuk urusan yang bersifat kemanusiaan, apalagi jika itu bersifat darurat maka yang seharusnya dikedepankan adalah aspek kemanusiaan, bukan hal yang bersifat birokrasi,” paparnya.

Basori, pria yang selama ini dikenal idealis dan tegas itu juga menyebutkan dalam urusan hukumpun menyatakan keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi yang tidak bisa disubstitusikan (dipertukarkan) dengan apapun.

Terpisah, pengakuan dari salah satu Petugas Kesehatan (Nakes) Puskesmas Lenteng menanggapi tudingan itu pihaknya merasa telah bekerja sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami bekerja sesuai aturan Puskesmas, dan kami masih berkonsultasi ke pihak rumah sakit umum,” terangnya saat dikonfirmasi klikku.net, Jum’at (18/06/2021) sore.


Editor : Anam

Reporter : Holidi

Artikel ini telah dibaca 588 kali

Baca Lainnya