Daerah Kasuistika Kesehatan Pemerintahan Pendidikan

Jumat, 18 Juni 2021 - 15:32 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Dewi Ega Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan. (Foto : klikku.net /ist)

Dewi Ega Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan. (Foto : klikku.net /ist)

Lonjakan Sebaran Varian Covid-19 Meningkat Disdik Bangkalan Berlakukan Work From Home

Bangkalan | klikku.net — Meningkatnya angka sebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur pada beberapa waktu terakhir yang telah menyita perhatian pemerintah pusat tersebut membuat pemerintah setempat segera mengambil langkah mengeluarkan kebijakan agar masyarakat bisa segera terselamatkan.

Selain terus dilakukannya sosialisasi pada masyarakat perihal penerapan Protokol Kesehata (Prokes) 5 M, diantaranya Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, Memakai masker, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas jika tidak ada kebutuhan mendesak, juga dilakukannya penyekatan di akses Jembatan Suramadu untuk dilakukan swab pada masyarakat yang melintas di jembatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga memberlakukan WFH (Work From Home) pada pejabat dijajarannya.

Mengenai kebijaka itu Dewi Ega S.Ap M.M Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan saat ditemui awak media mengungkapkan, dari total sebanyak Delapan Belas Kecamatan di Kabupaten Bangkalan hanya Empat Kecamatan yang statusnya berada di zona merah, yakni Kecamatan Arosbaya, Geger, Klampis, dan Kecamatan Bangkalan yang meliburkan murid, guru dan kepala sekolah.

“Kalo yang Empat Kecamatan itu sudah pasti WFH seratus persen mas dan sisanya WFH lima puluh persen,” ujar Ega dihadapan awak media Jumat, (18/6/2021) siang.

Kebijakan WFH itu kata Ega dalam rangka antisipasi dini serta demi keselamatan bersama dari jangkitan wabah Covid-19 yang sedang marak sebarannya, maka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan meyikapi hal itu kata Ega dengan memberikan diskresi kepada setiap sekolah yang tidak berada di zona merah untuk menerapkan WFH, bagi para guru ketika kondisi dan lingkungan sudah dinilai tidak memungkinkan disarankan agar memberlakukan WFHnya hingga seratus persen.

“Pak Kepala Dinas (Kadisdik Bangkalan Bambang Budi Mustika, Red) memberikan diskresi kepada sekolah untuk menyesuaikan dengan lingkungannya seperti di Kecamatan Burneh itu kan tidak zona merah, tapi dilingkungan sekitarnya itu kan banyak yang positif, itu kepala sekolah boleh WFH penuh seratus persen,” kata Ega menerangkan.


Editor : Anam

Artikel ini telah dibaca 103 kali

Baca Lainnya