Daerah Ekonomi Bisnis

Rabu, 23 Juni 2021 - 04:01 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Ketua BUMDes Hendro Sari Aries Toteles saat mengoperasikan mesin pengolah sampah

Ketua BUMDes Hendro Sari Aries Toteles saat mengoperasikan mesin pengolah sampah

Pemdes Hendro Sari Gresik Sukses Ubah Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomi

Gresik | klikku.net – Desa Hendro Sari, Kecamatan Menganti. Kabupaten Gresik berhasil mengelola sampah hingga bernilai ekonomi. Sistem pengolahan sampah yang tepat, didukung sarana dan pra sarana, membuatnya patut dicontoh desa lainnya di Gresik.

Menurut Sekdes Hendro Sari Arifin, desa dengan icon Edu Wisata Lontar Sewu tersebut menerapkan pengolahan sampah dengan cara memilah, mengumpulkan dan memprosesnya dengan ide kreatif menjadi nilai tambah.

“Salah satu contoh yang dilakukan pemerintah desa dan BUMDes adalah memproses sampah sisa makanan menjadi pakan ikan lele. Disamping itu juga mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos untuk tanaman bunga, dan lain lain,” ujarnya, Rabu (23/6/2021).

“Namun kami masih merasa belum puas dengan sejumlah ide kreatif yang sudah kami jalankan bersama. Masih butuh referensi dan ide-ide yang bisa lebih baik lagi. Salah satunya keinginan memiliki mesin pembakaran tanpa asap. Sehingga sampah bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin,” tambahnya.

Bukan tanpa alasan, pihaknya ingin memiliki mesin tersebut. “Saat study banding pada daerah lain yang sudah menggunakan mesin pembakaran sampah berteknologi ini. Sampah yang diolah dan dimanfaatkan, hampir tak tersisa. Tentu butuh komitmen, konsistensi, serta modal yang cukup. Namun kami yakin, nantinya Desa Hendro Sari tidak perlu setor sampah lagi melalui Dinas LH ke TPA,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua BUMDes Aries Toteles menyampaikan, bahwa pihaknya masih perlu melakukan banyak inovasi terkait pengolahan sampah. Seperti penggiling kompos yang tiap hari proses giling untuk pupuk tanaman. “Kini kami tidak perlu lagi beli pupuk untuk taman di sekitar desa dan kawasan wisata,” ujarnya.

Ia menyebutkan jika keberhasilan pengelolaan sampah, merupakan kesadaran bersama antara pemerintah desa dan warga, dalam menciptakan lingkungan yang bersih, indah dan nyaman.

“Sementara sampai non organik kami olah menjadi barang ekonomis. Contohnya sampah bekas botol plastik yang kami ubah menjadi pot tanaman. Selain itu, masih banyak barang bekas yang kami proses menjadi barang bernilai ekonomi. (Wandi)


Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 127 kali

Baca Lainnya