Nasional TNI

Minggu, 22 Agustus 2021 - 02:35 WIB

3 bulan yang lalu

logo

TNI AL Punya Kapal Perang “Siluman” Buatan Banyuwangi

Surabaya | klikku.net – Guna memodernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) milik TNI AL, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono meluncurkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jenis kapal cepat rudal trimaran, di galangan kapal PT Lundin Industry Invest, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (21/8/2021).

Sebelum diresmikan, kegiatan diawali prosesi shipnaming (penamaan) dengan pemotongan pita pengikat kendi, sebagai tanda lahir KRI yang diberi nama KRI Golok-688.

“Ini baru tahapan penamaan dan peluncuran dari galangan kapal ke laut. Kapal ini nantinya akan masuk ke jajaran TNI AL,” ujar Yudo Margono usai meluncurkan kapal tersebut.

Menurutnya, KRI Golok merupakan kapal asli buatan Indonesia, yang dibuat oleh PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jawa Timur. Kapal ini berbahan komposit serat karbon, yang membuatnya sulit dideteksi oleh radar musuh. Hingga bisa disebut sebagai kapal siluman.

Selain itu, KRI Golok merupakan kapal trimaran berdesain khusus berbentuk lancip, yang dirancang untuk melaju cepat. Memiliki spesifikasi panjang seluruhnya (Loa) 62,53 meter, lebar 16 meter, tinggi kapal dari draft 18,7 meter dengan bobot 53,1 ton. Kecepatan maksimum 28 knots, kecepatan jelajah 16 knots, kapal perang ini juga dipersenjatai meriam 30 mm dan senapan 12,7 mm serta mampu mengangkut 25 ABK.

“KRI Golok merupakan jenis kapal cepat rudal, yang memiliki kecepatan tinggi. Nanti akan dilengkapi persenjataan dan rudal. Sebagai kapal cepat rudal, ia berfungsi untuk tugas hit and run. Sesuai namanya, KRI Golok-688 bisa digunakan untuk melaksanakan setiap tugas operasi militer, baik perang maupun non perang dengan kecepatan tinggi,” ungkap Yudo.

Ia menjelaskan, setelah resmi diluncurkan, kapal ini akan dilakukan ujicoba hard and shut untuk tahap penyempurnaannya, sebelum diserahkan ke TNI AL.

“Kapal ini baru 93 persen. Setelah ini, kita lakukan hard and shut. Nanti setelah dinyatakan sempurna 100 persen, baru deliver. Bulan Oktober ini finish, nanti diserahkan ke AL,” imbuhnya.

Dengan segala kelebihan yang ada, di KRI Golok akan ditempatkan di wilayah yang rawan strategis, untuk menjaga wilayah Indonesia.

“Akan kami tempatkan dan operasionalkan di wilayah yang rawan strategis. Rencananya bisa di wilayah perbatasan Natuna dan Ambalat,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang hadir, mengaku bangga lantaran KRI Golok yang diproduksi di Banyuwangi dan akan melengkapi alat utama sistem pertahanan (alutsista) TNI Republik Indonesia.

“Saya atas nama Pemkab Banyuwangi turut bangga. Selamat untuk PT Lundin di Banyuwangi, yang telah mendapat kepercayaan besar untuk memproduksi KRI Golok-688 yang bakal menjadi salah satu alutsista canggih di jajaran TNI AL,” ujar Ipuk. (M F@aza) 


Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 48 kali

Baca Lainnya