Ekonomi Bisnis Nasional

Selasa, 28 September 2021 - 02:11 WIB

3 minggu yang lalu

logo

FESyar Regional Jawa 2021 Resmi Digelar Secara Hybrid di Surabaya

Surabaya | klikku.net – Bank Indonesia kembali menggelar Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2021, sebagai puncak kegiatan Festival Ekonomi Syariah yang sebelumnya digelar di wilayah Sumatera dan KTI.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian menuju Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF). Sebuah event ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia.

Dengan tema “Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Melalui Digitalisasi untuk Pemulihan Ekonomi,” FESyar Regional Jawa 2021 yang digelar secara hybrid, dibuka oleh Kepala KPw BI Jatim Budi Hanoto dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya, Senin, (27/9/2021).

Menurut Budi Hanoto, ekonomi syariah (eksyar) di Indonesia terus berkembang. Dan kini menempati posisi penting dalam perkembangan ekonomi syariah global.

“Menurut Islamic Finance Development Index (ICD, 2020), Indonesia naik ke peringkat 2 dari peringkat 4 pada tahun 2019. Hal ini di dukung peningkatan dalam indikator Knowledge, Awareness, dan Governance. Sementara dalam 3 tahun terakhir, posisi Indonesia terus meningkat. Bahkan pada 2020, Indonesia masuk Top 10 di seluruh sektor industri halal, yakni Halal Food, Islamic Finance, Moslem Friendly Travel, Modest Fashion, Pharma Cosmetics, Media and Recreation,” ujarnya.

“Untuk Jawa Timur, pengembangan eksyar sangat bagus. Terdapat sekitar 6000 pondok pesantren. Dengan jumlah ini, ekonomi keuangan syariah-nya sangat besar. Sehingga, wilayah Jatim bisa menjadi central daerah eksyar di Indonesia,” tambahnya.

Namun, Budi menyatakan masih terdapat banyak tantangan dalam pengambangan eksyar di Indonesia. “Salah satunya adalah tingkat pemahaman eksyar yang masih rendah. Karena itu Bank Indonesia mengambil peran penting dalam pengembangan eksyar di Indonesia. Yakni dengan mendorong percepatan ekonomi syariah, serta memprakarsai inovasi program pegembangan, merumuskan dan menerbitkan ketentuan berbasis syariah,” ungkapnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (2 kanan) bersama Kepala KPw BI Jatim Budi Hanoto (kanan), saat meninjau stan pameran FESyar Regional Jawa 2021

Sementara itu, Gubernur Jatin Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, bahwa ekosistem ekonomi syariah di Pulau Jawa memiliki peran esensial dalam perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

“Selain penguatan Halal Value Chain, kami juga mendorong ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Yakni dengan adanya penguatan pembiayaan ekonomi syariah, penguatan dan pemberdayaan UMKM syariah dan ekonomi pesantren, penguatan halal lifestyle, serta optimalisasi Islamic Social Finance dan fintech syariah,” ujar Khofifah.

Ia mengatakan, dalam mengembangkan Halal Value Chain, Pemprov Jatim terus mendukung penguatan industri halal. Salah satunya melalui pembangunan Kawasan Industri Halal (KIH) Safe and Lock di Sidoarjo, sebagai Kawasan Industri Halal pertama di Jatim. Yang berhasil menarik animo investasi Amin Bio Group dari Tiongkok.

Dalam rangkaian pembukaan FESyar Regional Jawa 2021 ini, juga dilaksanakan deklarasi Rumah Kurasi untuk penguatan UMKM dan OPOP, Altawqie (Penandatanganan) Nota Kesepahaman Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) se-Jawa, seremonial penyaluran ZISWAF untuk pembiayaan UMKM produktif, serta komitmen Fintech Syariah dalam pembiayaan UMKM. (@Nto tse) 


Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 118 kali

Baca Lainnya