Daerah Kasuistika

Sabtu, 2 Oktober 2021 - 11:20 WIB

2 minggu yang lalu

logo

klikku.net dok ist

klikku.net dok ist

Sopir Pickup Mengaku Jadi Korban Penganiayaan Oknum Petugas Yustisi Kecamatan Guluk-Guluk Sumenep

Sumenep | Klikku.net – Giat operasi yustisi gabungan yang digelar oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Guluk-Guluk, Koramil dan tenaga kesehatan (Nakes) Puskemas kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur, pada hari Selasa 28 September 2021 yang lalu, mendapat sorotan dari masyarakat Sumenep.

Kegiatan yang digelar di depan Kantor Polsek Guluk-Guluk itu telah melahirkan korban penganiayaan yang diduga dilakukan bersama-sama oleh oknum petugas yustisi gabungan tersebut.

Diketahui korban penganiayaan oknum petugas yustisi tersebut merupakan warga Desa Talaga, Kecamatan Ganding, kabupaten setempat berinisial TP yang berprofesi sebagai sopir pick-up, yang rutinitasnya mengangkut barang-barang bekas.

Menurut keterangan dari salah satu keluarga korban, peristiwa penganiayaan terhadap TP (inisial) itu terjadi pada saat korban melintas di depan Polsek Guluk-Guluk.

“Pada saat itu di depan Polsek ada operasi yustisi gabungan, paman saya ini (korban) dihentikan oleh para petugas yustisi dan disuruh untuk vaksin,” terang Endar pada media ini.

Baca juga :

Kasubbag Umum Sebut Ada 9 Unit Mobdin Bupati Sumenep, eL Pamas: Tak Urgen Ada Pengadaan Mobdin

Tapi, lanjut Endar, korban ini tidak mau karena sudah mengikuti vaksinasi di Desanya. Sehingga terjadilah cekcok mulut antara korban dan tiga orang terduga pelaku yang berujung pengeroyokan terhadap korban.

“Korban mengalami luka gores di atas pelipis mata sebelah kanan, dan luka lebam di dahi sebelah kiri akibat dipukul dan kepalanya dibenturkan ke spanten mobil pick-up oleh oknum petugas yustisi tersebut,” ujarnya.

Dikatakan Endar, pada hari Jum’at, tanggal 1 Oktober 2021 sekira pukul 13:30 WIB, dirinya telah mendatangi kantor Polsek Guluk-Guluk. “Karena kata korban, terduga pelaku ini ada yang mengaku Intel, tapi sayang Kapolsek Guluk-Guluk tidak bisa ditemui,” pungkasnya.

Berdasarkan pengakuan dari salah satu warga setempat yang identitasnya tidak mau dipublish membenarkan peristiwa penganiayaan tersebut. Menurut warga, pada hari Selasa kemarin memang ada keributan antara petugas operasi yustisi dengan warga.

“Memang sempat ada keributan antara petugas dengan sopir, tapi saya tidak tahu sopirnya orang mana,” singkatnya.

Jarman, Kapolsek Guluk-Guluk saat dikonfirmasi media ini menyampaikan bahwa pihaknya hingga detik ini belum mendapatkan laporan, bahkan dirinya mengaku sejak hari Selasa hingga Kamis tidak ada laporan ke pihaknya. Dirinya berjanji akan melakukan pengecekan.

“Sampai hari ini (Red) saya belum ada laporan biar nanti kami cek saya masih kegiatan vaksinasi, Hari Selasa sampai Kamis kemarin ndak ada Laporan oke nanti saya cek,” demikian Jarman menjelaskan saat dikonfirmasi via WhatsApp pribadinya. Sabtu, 2 Oktober 2021.


Editor : Anam

Reporter : Holidi

Artikel ini telah dibaca 686 kali

Baca Lainnya