Daerah Kasuistika Kesehatan Pemerintahan Peristiwa

Rabu, 13 Oktober 2021 - 14:38 WIB

2 hari yang lalu

logo

Tim vaksinator Puskesmas Konang saat pemberian vaksinasi di Desa Kanegarah. klikku.net dok ist

Tim vaksinator Puskesmas Konang saat pemberian vaksinasi di Desa Kanegarah. klikku.net dok ist

Tangkal Info Hoax, Puskesmas Konang Lakukan Vaksinasi Tahap Awal Pada 149 Peserta Warga Desa Kanegarah

Bangkalan | klikku.net — Sulitnya capai target angka herd immunity vaksinasi Covid-19 selain dirasakan oleh jajaran Pemerintah (Muspika) Kecamatan Konang juga dialami oleh Lembaga SMP Negeri II Konang, Kabupaten Bangkalan untuk memberikan vaksinasi Covid-19 pada siswanya.

Itu diakui langsung oleh Saiful Anwar saat diminta keterangan ketika mengantarkan beberapa anak didiknya mengikuti kegitan pemberian vaksin Covid-19 di Desa Kanegarah, Kecamatan Konang yang kali pertama diadakan.

“Cuma empat orang siswa kami SMP Negeri II Konang yang bersedia mengikuti vaksinasi pertama, paska ada yang telah ikut vaksinasi ini kami yakin siswa lainnya akan antusias mengikuti vaksinasi selanjutnya mengingat temannya yang sudah divaksin ternyata sehat tidak terjadi apa yang diisukan selama ini habis divaksin meninggal itu mas, kan ini pertama kali sekaligus menjadi testimoni,” terang Saiful Anwar Plt Kepala Sekola SMP Negeri II Konang saat mendampingi empat siswanya mengikuti kegiatan vaksinasi.

Jajaran Muspika Konang bersama Kades Kanegara dan warga peserta vaksinasi. klikku.net dok ist.

“Ini kebetulan bareng pak Kades jadi kita sudah tidak takut ditolak warga juga nanti kita terus bersinergi dengan klebunnya,” kata Anwar menambahkan yang diketahui siswanya berasal dari Desa Durin Timur, Durin Barat, Batokaban dan Desa Kanegarah, Kecamatan Konang.

“Mungkin karena hoax itu setelah vaksin meninggal jadi banyak yang takut jadi kami himbau tidak perlu takut lagi sebab buktinya setelah vaksin tetap sehat tidak terjadi seperti info hoax selama ini yang beredar di masyarakat,” ujar Anwar.

Sementara itu Moh. Safii Kepala Puskesmas Konang juga mengungkapkan hal senada perihal sulitnya mencapai angkat target capaian vaksinasi diwilayahnya yang disebabkan oleh info hoax dampak vaksinasi.

“Kalau target kita sebanyak-banyaknya perhari seribu peserta namun beberpa hari ini kita belum mencapai target untuk hari ini lumayan sudah seratus empat puluh sembilan di Desa Kanegarah belum dari pos dibeberapa desa lain yang rata-rata tahap pertama kita juga buka pos di Sambiyan, Cangkareman dan Sambiyan, yang saya tangkep orang-orang masih terpengaruh dengan hoax yang rame itu kalau habis divaksin mati, dengan sudah dilaksanakan disini pelaksnaan berikutnya bahwa divaksin aman dan halal kedepan harapannya bisa lebih banyak lagi, selama ini tidak ada kejadian seperti itu belum ada sampai masuk rumah sakitpun tidak ada, untuk vaksinasi usia sekolah masih berat sebab anak-anak bilangnya tidak diijinkan orang tuanya, ada siswa dari SMP Negeri II Konang yang ikut vaksin nanti itu diharapkan nantinya menularkan pada rekan-rekannya untuk ikut kegiatan vaksin berikutnya,” terangnya.

Sehingga hingga kini capaian terget herd immunity di wilayahnya terus diupayakan dengan menggandeng para tokoh masyarakat dan terjun langsung hingga ke dusun-dusun di tiga belas desa diwilayah kerjanya.

“Kalau se kecamatan konang terakhir 6,8% kalau dulu dapat seratus sekecamatan masih sulit kalau sekarang sudah makin meningkat, Kalau secara regulasi nasional cinovac diterima namun masyarakat ragu kalau makai merek cinovac makanya kami cari info dari Dinkes, setiap hari kita jadwal kedesa, agar tenaganya tidak kelelahan ini dibagi empat satu tim enam orang kami punya empat tim, sudah mulai minggu kemarin, untuk sementara ini kita yang ngasi jadwal namun kedepan animunya perkampung bisa sampai ke dusun-dusun, jadi mumpung regulasinya gratis jadi segera lakukan vaksin agar segera kebal dari ancaman Covid-19 atau tercapai herd immunity,” terang Kepala Puskesmas Konang Moh. Safii S.Kep Nes.


Reporter : Anam

Editor : Red

Artikel ini telah dibaca 73 kali

Baca Lainnya