Pemerintahan

Kamis, 14 Oktober 2021 - 01:57 WIB

2 hari yang lalu

logo

Forkopimda Jatim dapat Penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya

Surabaya | klikku.net – Puncak peringatan HUT ke-76 Provinsi Jawa Timur dirayakan dengan upacara di halaman gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (13/10/2021)

Dengan mengusung tema ‘Jatim Bangkit’, pada tahun ini diberikan penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya pada Forkopimda Jatim dan sejumlah kepala daerah.

Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, penghargaan ini diberikan pada sosok yang dinilai telah berjasa, dalam membantu penanganan pandemi Covid-19. Serta mengharumkan nama Jatim di kancah internasional.

“Penganugerahan Tanda Kehormatan lencana Jer Basuki Mawa Beya diberikan pada Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim M. Dhofir, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Bupati Magetan Suprawoto, dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi,” ujarnya.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa peran TNI Polri dalam membantu penanganan Covid-19, telah mampu menjadikan Jatim selama sebulan terakhir ini berstatus Level 1 asessmen Kementerian Kesehatan. Bahkan, 32 Kabupaten Kota juga berhasil Level 1.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada Pak Pangdam dan Pak Kapolda Terima kasih kami kepada babinsa, bhabinkamtibmas, bidan desa, lurah dan kepala desa. Merekalah yang secara kontinyu, luar biasa melakukan tresing dan testing,” tambahnya.

Menurutnya, petugas yang bekerja dilini paling bawah inilah, yang menjadi penguat Level 1.

“Perkembangan yang baik ini, tentu tidak dapat dilepaskan dari rahmat Allah subhanahu wa ta’ala dan kerja keras, yang kita lakukan bersama-sama. Dimana sampai saat ini, kita telah berhasil melakukan vaksinasi 13 juta dosis pertama, dan 8,7 juta dosis kedua,” pungkasnya.

Penghargaan juga diberikan pada Khalimatus Sadiyah, atlet bulutangkis yang berhasil meraih medali emas pada paralympic games Tokyo 2021. Serta Titik Winarti, pelaku usaha dibidang kerajinan tangan dari kain. Namun seluruh pekerjanya adalah penyandang difabel. Bahkan sebagian pegawainya, mampu mandiri dan memiliki penghasilan sendiri. (M F@aza) 


Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 217 kali

Baca Lainnya