Hallo Polisi Hukrim

Senin, 16 Mei 2022 - 13:12 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Polda Jatim Bongkar Penyalahgunaan Ratusan Ton Pupuk Bersubsidi

Surabaya | klikku.net – Polda Jatim mengungkap kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Senin (16/5/2022).

“Sesuai arahan Bapak Kapolri, kami jajaran Polda Jatim beserta polres, didukung dinas pertanian dan perdagangan, mengumpulkan informasi terkait masalah pupuk. Karena Jatim adalah salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia. Sehingga ketersediaan padi sangat tergantung ketersediaan pupuk,” ujarnya.

Menurut Nico, selama periode Januari – April, pihaknya telah mengumpulkan informasi dan penyelidikan. Hingga berhasil mengungkap adanya penyimpangan didalam ketersediaan, distribusi, maupun harga, dari pupuk bersubsidi dan minyak goreng.

“Kami dari polda jatim dan jajaran, telah memproses 14 Laporan Polisi dan menangkap 21 tersangka. Di dalam prosesnya, 3 diantaranya ditangani Ditreskrimsus Polda Jatim. Sisanya berada di 9 Kabupaten, yakni Banyuwangi, Jember, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Tuban, Blitar, Sampang dan Lamongan. Dengan total barang bukti sebanyak 5.589 sak atau 279,45 ton,” tambahnya.

Untuk modus operandi, tersangka membeli pupuk bersubsidi. Kemudian mengganti bungkus sak dengan non subsidi, hingga harga berbeda. Diimana pemerintah telah menetapkan harga eceran Rp115 ribu. Karena diganti non subsidi, petani membeli dengan harga bervariasi mulai dari harga Rp160 ribu – Rp200 ribu.

“Ada juga modus menjual dengan harga eceran tertinggi. Karena petani sangat butuh. Maka terpaksa membeli dengan harga mahal. Sementara modus lainnya, mengelabui petugas dengan cara menjual pupuk diluar wilayah area. Yang ditangkap polda ini, rencana akan dikirim ke Kalimantan Timur dengan kapal,” lanjutnya.

Lebih lanjut Nico menjelaskan, bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait, untuk menangani masalah ini.

“Termasuk berkoordinasi lebih lanjut terkait dengan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani). Karena dari situ, kita akan mendapatkan gambaran jumlah pupuk dari masing-masing kabupaten,” pungkasnya. @Nto tze


 

Artikel ini telah dibaca 450 kali

Baca Lainnya