Daerah Kasuistika Pemerintahan Pendidikan

Sabtu, 12 November 2022 - 23:09 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Lembaga SDN Sendang Laok, Kecamatan Labang.

Foto : Anam klikku.net dok.

Lembaga SDN Sendang Laok, Kecamatan Labang. Foto : Anam klikku.net dok.

Diduga Langgar Ketentuan BPI KPNPA RI Minta Inspektorat Bangkalan Sidak SDN Sendang Laok

Bangkalan | klikku.net — Sangat disayangkan perilaku jajaran pejabat di SDN Sendang Laok, Kecamatan Labang yang mengungkapkan pihaknya mengamankan aset sekolah atau aset negara dirumah pribadi sebab hal itu dinilai menyalahgunakan aset serta ada potensi pelanggaran hukum.

Penilaian itu dikemukakan oleh aktivis lembaga BPI KPNPA RI (Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia) Yodika Saputra S.H menanggapi adanya pemberitaan di Lembaga SDN Sendang Laok, Kecamtan Labang.

Baca juga : 

Beralasan Rawan Kemalingan Aset SDN Sendang Laok Dibawa Pulang Kerumah Pribadi

“Kami meminta pada Disdik Bangkalan untuk segera turun memastikan adanya indikasi penyelahgunaan aset sekolah yang dibawa kerumah pribadi sebab itu ada indikasi penyalahgunaan lebih-lebih tidak ada surat peminjaman dari pihak sekolah,” ujarnya. Sabtu (12/11) malam.

Dirinya menegaskan setiap aset negara sudah melekat aturan juga penggunannya sehingga jika ada dalih yang dilakukan oleh oknum maka hal itu perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

“Aset negara itu tidak boleh dibawa pulang kerumah pribadi, jika hal itu terjadi maka pelakunya bisa dilaporkan pada aparat kepolisian, sebab aset itu diperuntukan agar digunakan di sekolah juga kalau dibawa pulang itu rawan disalahgunakan, namun jika alasannya mengamankan maka harus ada surat peminjaman atau surat keterangan yang mengetahui dinas terkait,” terang Yodika pengurus BPI KPNPA RI Bangkalan.

Selain itu Yodika menghimbau pada Inspektorat agar melakukan audit pada lembaga tersebut dan meminta komisi D untuk melakukan sidak sebab hal serupa bisa juga terjadi pada lembaga SDN lainnya.


Reporter : Anam

Artikel ini telah dibaca 242 kali

Baca Lainnya