Daerah Hallo Polisi

Sabtu, 26 November 2022 - 23:48 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Ilustrasi Pungli

Ilustrasi Pungli

Polisi Amankan Oknum Pungli Bansos di Sokobanah Sampang

SAMPANG | klikku.net – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Sokobanah mengamankan salah seorang warga Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) Bantuan Sosial (Bansos), Sabtu (26/11/2022).

Dalam video yang beredar yang berhasil diterima oleh media ini, dugaan pungli tersebut terjadi di Balai Desa Sokobanah Daya saat pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa setempat. 

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian tersebut dilakukan oleh oknum perangkat desa Sokobanah Daya saat pemberiaan bantuan, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dimintai uang bervariasi mulai 50 ribu hingga 100 ribu rupiah perorang.

Kapolsek Sokobanah, Iptu Ivan Danara Oktavian saat dimintai keterangan mengatakan, petugas masih mendalami dugaan kasus pungutan liar (pungli) tersebut. 

“Masih dalam proses interogasi mas. Terduga pelaku sudah kami tahan,” ucapnya melalui jaringan seluler.

Iptu Ivan juga menyampaikan, pertama ada seorang warga melapor bahwa ada dugaan pungli. Setelah itu tim langsung bergerak dan mengamankan salah satu orang yang melakukan pungli di Balai Desa Sokobanah Daya.

“Setelah kami periksa mas, ternyata yang kami amankan bukan perangkat desa. Tapi, adalah orang tuanya kepala dusun. Anaknya yang kepala dusun, orang tuanya hanya membantu menyalurkan bansos tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Sokobanah Daya, Parhan tidak menampik adanya penangkapan dari pihak Polsek terhadap oknum tersebut. Meski begitu menurut Parhan yang diamankan oleh Polsek bukan merupakan perangkat desa Sokobanah Daya. 

“Yang diamankan bukan perangkat desa akan tetapi orang tuanya,” kata Parhan. 

Menurut Parhan, pihaknya selama ini tidak pernah menyuruh seluruh perangkat atau siapapun untuk tidak mengambil apapun dari bantuan tersebut. 

“Kami tadi memang tidak hadir karena ada halangan undangan pernikahan. Tapi sebelumnya kami sudah instruksikan untuk tidak memotong bantuan apapaun baik dari bansos atau PKH,” tambahnya. 

Meski begitu dirinya memasrahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. 

“Kalau memang bisa dibuktikan terkait masalah ini silahkan, yang jelas itu bukan perangkat,” pungkasnya.


Reporter : Anaf

Artikel ini telah dibaca 225 kali

Baca Lainnya