Pendidikan

Selasa, 24 Januari 2023 - 11:28 WIB

1 minggu yang lalu

logo

KB TK Al Falah Surabaya Kenalkan Budaya Jawa Timuran lewat kegiatan Pekan Budaya

Surabaya | klikku.net – Guna mengenalkan budaya Jawa Timuran pada siswanya, KB TK Al Falah gelar kegiatan Pekan Budaya. Selama 3 hari, Selasa (24/1) hingga Kamis (26/1), seluruh siswa diajak mengenal pakaian daerah, kesenian tradisional, bahasa Jawa, serta dolanan anak.

Wakasek bidang Kurikulum dan Sarpras Aninatul Fuad menjelaskan, dalam Kurikulum Merdeka, pihak sekolah mendapatkan kebebasan untuk menentukan materi yang diberikan dalam pembelajaran intrakurikuler.

“Kegiatan Pekan Budaya ini kami selipkan sebagai salah satu materi pembelajaran intrakurikuler. Dimana selama tiga hari, sejak Selasa hingga Kamis, kami kenalkan pada anak-anak tentang budaya Jawa Timuran,” ujarnya, Selasa (24/1).

“Dimulai dengan pengenalan bahasa Jawa. Jadi selama Pekan Budaya, kami ajak anak-anak berkomunikasi dengan bahasa Jawa. Agar mereka kenal dan tidak lupa. Bahwa di Jawa Timur ini, selain ada bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, juga ada bahasa Jawa,” ungkapnya.

“Selain itu, anak-anak juga dikenalkan dengan budaya Jawa Timuran. Dimulai kegiatan fesyen busana adat Jawa Timuran. Kesenian Jawa Timuran, seperti tarian, lagu daerah, dan alat musik tradisional. Serta permainan tradisional, atau dolanan anak,” tuturnya.

Anin menambahkan, terkait dolanan anak seperti jaranan, engkle, cublak-cublak suwong, dakon, bola bekel, dan lain sebagainya. Sengaja diperkenalkan pada anak-anak, agar mereka tidak tergantung pada gadget.

“Agar anak-anak memahami ada banyak permainan seru, yang jauh lebih mengasyikkan dibanding permainan gadget. Ada kebersamaan, kerjasama, dan sportivitas, dalam dolanan anak,” tambahnya.

Ia mengaku bersyukur, sebab semua siswa sangat antusias mengikuti Pekan Budaya ini. Ia juga berharap, ke depannya anak-anak bisa mengenal dan mau belajar budaya Jawa.

“Bahwa kita di Jawa Timur,  memiliki banyak kesenian tradisional, baju adat, permainan yang seru, serta bahasa yang halus. Hingga anak-anak tidak melupakan budaya dan bahasanya,” pungkasnya. @Nto tze


 

Artikel ini telah dibaca 149 kali

Baca Lainnya