Nasional

Kamis, 11 Mei 2023 - 11:37 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Bambang Haryo Soroti LRT Palembang Yang Menyisahkan Beban Hutang

Palembang, klikku.net – Pembangunan Light Rail Transit (LRT) Kota Palembang yang selesai dibangun 2018 itu nyatanya masih menyisakan hutang yang sangat besar.

Tak hanya hutang dan bunga bank, pendapatan LRT tidak sanggup untuk menutupi biaya operasional, dimana untuk listriknya saja menghabiskan Rp7 miliar perbulan.

Bambang Haryo mengatakan, pendapatan LRT Palembang Rp15 miliar pertahun. Sedangkan biaya listrik listrik pertahun Rp84 miliar atau Rp7 miliar perbulan.

“Pendapatan Rp15 miliar pertahun ini belum bisa menutupi biaya paling pokok yaitu listrik, hingga membayar SDM juga maintenance,” kata Anggota DPR RI Komisi V 2014-2019 ini.

Sejauh ini, sejak LRT beroperasi, pemerintah pusat memberikan subsidi besar-besaran agar moda transportasi terbaru di kota Pempek ini dapat beroperasional.

“APBN memberikan subsidi Rp200 miliar pertahun, sumber dana ini tentunya berasal dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat Indonesia,” kata Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini.

Menurutnya, semestinya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki kemampuan untuk mengambil alih beban negara yang terus mendanai operasional LRT.

“Beban Rp200 miliar pertahun ini mestinya ditanggung pemerintah daerah, agar lebih memiliki rasa tanggungjawab terhadap LRT,” kata pria yang akrab disapa HBS ini.

Tak hanya menanggung biaya operasional LRT, rakyat Indonesia juga menanggung beban hutang pembangunan LRT terhadap China Depelopment Bank sebanyak Rp10,9 triliun.

Dimana diketahui, bunga bank dari pinjaman ini sebesar 4,7 persen atau sekitar Rp470 miliar pertahun.

“Untuk bunganya saja Rp470 miliar, belum hutang pokok, rakyat Indonesia menanggung beban operasional dan hutang pembangunan LRT,” katanya.

Bambang Haryo juga menyoroti soal batalnya perhelatan piala dunia U-20 di Kota Palembang.

Padahal jika pemerintah jeli, ini merupakan potensi untuk meningkatkan pendapatan dan kesadaran penggunaan transportasi umum khususnya LRT.

“Harusnya pemerintah mengevaluasi itu, dicari lagi event serupa agar transportasi lebih semarak lagi, diharapkan warga dalam negeri dan luar memanfaatkan dengan maksimal LRT ini,” katanya. (Iya)

Artikel ini telah dibaca 72 kali

Baca Lainnya