Komunitas Pendidikan

Jumat, 20 Oktober 2023 - 16:22 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Unusa Jadi Tuan Rumah Gelaran Grand Final Duta Santri Nasional 2023

Surabaya | klikku.net – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Grand Final Duta Santri Nasional 2023.

Acara Duta Santri Nasional kali ini mengusung tema “Santri Membangun Peradaban dan Perdamaian Dunia”, hal ini sebagai bentuk dorongan para santri dalam memajukan bangsa.

Duta Santri Nasional telah menjadi bagian penting sejak 2016, dalam perayaan Hari Santri Nasional. Tahun ini, kompetisi ini diikuti oleh 6.431 santri dari 37 Provinsi di Indonesia. Hingga akhirnya, terpilih 48 finalis yang lolos dalam babak grand final di Auditorium Unusa, Jumat (19/10).

Dua Ponpes di Jatim berhasil merebut Duta Santri 2023. Terpilih Duta Santri putra atas nama Ahmad Nasikhul Huda dari Pondok Pesantren Al Jihad Surabaya. Sedangkan Duta Santri putri, terpilih atas nama Norma Hasanatul dari Pondok Pesantren Luhur Malang.

Ketua Umum Duta Santri Nasional, Syifa’ Nurda Mu’affa mengatakan, kompetisi ini merupakan upaya untuk menumbuhkan bakat yang dimiliki para santri dalam berbagai bidang. Sekaligus memberikan dampak positif pada kemajuan bangsa.

“Kompetisi ini kami gelar setiap dua tahun sekali, sebagai wujud komitmen dalam membangun negeri. Serta mendorong para santri menjadi agen perubahan yang positif. Kami percaya, bahwa santri memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan perdamaian dunia,” ujarnya

Yang menarik, kegiatan ini mengapresiasi para desainer muda, dalam menampilkan desain busana untuk dikenakan oleh 48 finalis yang tengah berkompetisi.

Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. menyampaikan, bahwa program inisiatif ajang Duta Santri Nasional ini menjadi salah satu langkah positif dalam mempersiapkan para santri menjadi pemimpin masa depan.

“Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan sebagai tuan rumah. Serta meyakini, acara ini akan menjadi wadah bagi para santri muda untuk menunjukkan potensi terbaik mereka. Dan mengekspresikan pemikiran mereka dalam memajukan peradaban global,” ucapnya.

Jazidie mengungkapkan, jihad di zaman yang sangat kompleks saat ini, tidak lagi merujuk pada pertempuran. Melainkan lebih pada perjuangan intelektual.

“Ada empat hal yang menjadi tantangan dalam jihad santri kedepannya. Yakni memperjuangkan keadilan, meningkatkan pendidikan, mengupayakan kesehatan, dan menghapus kemiskinan,” tuturnya.

“Meyakini jihad santri ke depan, Unusa sebagai lembaga pendidikan, melakukan upaya kontribusi. Salah satunya dengan membentuk research center dan research group di masing-masing fakultas. Dan bentuk implementasi tersebut, adalah terwujudnya pusat penelitian Center of Environmental Health for Pesantren (CEHP),” tandasnya.

Dia juga berharap, para santri sebagai pejuang ilmu, untuk terus semangat melakukan jihad intelektual, dalam mengembangkan pengetahuan dan mengikuti transformasi teknologi digital.

“Unusa menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung inisiatif-inisiatif yang menjadi peran santri, dalam mendedikasikan baktinya dan menjalankan misi-misi yang diemban oleh Nahdlatul Ulama. Sekaligus, senantiasa memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya.


 

Artikel ini telah dibaca 72 kali

Baca Lainnya