Daerah Hallo Polisi

Sabtu, 21 Oktober 2023 - 20:57 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Atas Arahan Polres Bangkalan Polsek Arosbaya Gelar Sosialisasi UU KDRT di Desa Dlemer

Bangkalan | klikku.net— Kekerasan merupakan hal yang dilarang untuk dilakukan oleh siapapun sehingga hal itu juga tertuang jelas dalam aturan di Indonesia dalam bentuk undang-undang yang perlu diterapkan dalam menjalani berkehidupan sosial.

Pada penerapannya negara secara khusus juga mengatur undang-undang kekerasan tersebut dalam kehidupan rumah tangga berupa UU KDRT dengan tujuan agar rumah tangga tanpa terjadinya peristiwa kekerasan.

Menilai pentingnya adanya UU KDRT tersebut Polres Bangkalan menggelar sosialisasi di Desa Dlemer melalui jajaran anggota Polsek Arosbaya pada Hari Sabtu (21/10) siang.

Secara langsung Ipda Sys Eko Kapolsek Arosbaya mengatakan Bhabinkamtibmas Desa Dlemer Aipda Rony Adam melaksanakan giat Tatap muka bersama warga Desa Dlemer untuk memberikan Sosialisasi tentang UU KDRT kepada warga masyarakat.

“Alhamdulillah giat berjalan aman, lancar dan terkendali, kegiatan sosialisasi atas perintah Kapolres AKBP FEBRI ISMAN JAYA, S.H.,S.I.K.,M.I.K itu yakni merupakan penerapan jargon PRIMA (Presisi, Ramah, Inovatif, Mengayomi, Amanah) yang pasti menindaklanjuti arahan Kapolres Bangkalan Bhabinkamtibmas Arosbaya menekankan pentingnya sosialisasi Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) karena masih banyaknya permasalahan penegakan hukum terkait kasus KDRT,” terang Sys Eko.

Kegiatan sosialisasi UU KDRT tersebut kata Kapolsek yakni untuk menghindari terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga serta untuk memastikan masyarakat mellek hukum.

“Untuk itu kita perlu bersama-sama mensosialisasikan undang-undang KDRT Peraturan perundangan yang merupakan bukti bahwa negara hadir untuk mewujudkan tujuan negara melindungi segenap bangsa Indonesia, khususnya pada kelompok yang rentan menjadi korban, yaitu perempuan. Hadirnya UU ini didasarkan fakta dan data bahwa perempuan lebih banyak menjadi korban kekerasan di dalam rumah tangga namun pelaporan perempuan korban atau penanganan kasusnya bisa jadi tidak secepat laju pelaporan atau penanganan pihak pasangannya, karena untuk tingkat Polsek tidak menangani melainkan Polres Bangkalan di Unit PPA Sat Reskrim Polres Bangkalan,” kata Ipda Sys Eko menyatakan keterangannya.


Reporter : Anam

Editor : Redaksi

Artikel ini telah dibaca 287 kali

Baca Lainnya