Daerah Ekonomi Bisnis Hallo Polisi Hukrim

Senin, 30 Oktober 2023 - 19:15 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Pupuk bersubsidi

Pupuk bersubsidi

Sebanyak 12 Kios di Tambelangan Sampang Disinyalir Jual Pupuk Diatas HET  

SAMPANG | klikku.net – Sebanyak 12 kios di Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, disinyalir menjual pupuk bersubsidi di atas ketentuan harga eceran tertinggi (HET). Dugaan sementara, 12 kios tersebut mematok harga mulai Rp 125.000 hingga Rp 135.000.

Berikut nama-nama kios di Kecamatan Tambelangan yang disinyalir menjual pupuk bersubsidi diatas HET, yakni, Kios Kurnia Baru, Hasanah, Saudara, Tiga Saudara, Anda, Bahagia, Anugerah, Takdir, Sumber Rejeki, Sabar, Assakinah dan Wahyu.

Hal itu diungkapkan oleh H. Jesmari selaku ketua Kelompok Tani (Poktan) asal Desa Birem. Bahwa saat membeli pupuk bersubsidi jenis Urea dan Phonska dirinya di patok harga bervariasi mulai dari Rp 125.000 sampai Rp 135.000.

“Kami membeli pupuk bersubsidi, dasarnya kelompok mas,. Kami dipatok harga 125.000, juga ada yang menjual dengan harga 135.000. Apabila kami tidak membayar harga segitu, kami tidak diperbolehkan membeli pupuk itu”, ungkapnya Saat dikonfirmasi klikku.net, Senin (30/10/2023).

Sementara, salah satu pemilik kios berinisial HH saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya mematok harga di atas ketentuan HET dengan alasan ada biaya tambahan.

“Ea mas saya menjual harga 130.000, karena ada biaya-biaya yang lain”, akunya kepada awak media.

Saat disinggung terkait biaya lain apa saja, pemilik kios inisial HH belum bisa memberikan keterangan secara pasti.

Perlu diketahui, PT Pupuk Indonesia (Persero) mengimbau distributor dan pengecer atau penyalur agar menjual pupuk bersubsidi sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditentukan pemerintah.

Berikut tabel harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 49 Tahun 2020, tertanggal 30 Desember 2020 :

Tabel harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi, Permentan No.49 Tahun 2020.


Reporter : Anaf

Artikel ini telah dibaca 1936 kali

Baca Lainnya