Daerah Ekonomi Bisnis Hallo Polisi Hukrim

Selasa, 31 Oktober 2023 - 16:24 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Petani Menjerit, Banyak Kios Pupuk di Banyuates Sampang Jual Diatas HET

SAMPANG | klikku.netPupuk merupakan jantung kehidupan bagi petani, dengan pupuk maka hasil pertanian pun bisa maksimal sesuai yang diharapkan petani, namun saat ini petani banyak yang mengeluh soal harga pupuk yang melambung tinggi yang tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Seperti yang dirasakan oleh Tasip, petani asal Desa Planggaran Barat, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Dirinya harus merogoh kocek untuk pupuk bersubsidi jenis Urea seharga Rp. 125.000 dan Phonska Rp. 130.000 per karung.

“Ia mas,. Saya sendiri yang beli ke kios yang berada di Desa Tapaan. Harganya 125.000 dan 130.000 per karung,” tutur Tasip.

Tak hanya Tasip, hal itu juga diungkapkan oleh petani inisial S, asal Desa Larlar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. “Saya beli dengan harga 135.000 per karung di salah satu kios mas,” tuturnya.

Sementara, salah satu pemilik kios di wilayah Kecamatan Banyuates berinisial RM mengakui bahwa dirinya menjual pupuk subsidi di atas ketentuan HET.

“Ia saya jual seharga Rp. 125.000 untuk Urea dan Phonska Rp. 130.000 per karung,” akunya kepada klikku.net saat dikonfirmasi melalui telepon via WhatsApp-nya Selasa (31/10/2023).

Tabel harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi, Permentan No.49 Tahun 2020.

Dirinya mengaku jika dijual sesuai harga HET, keuntungannya masih kurang. Pasalnya setiap ada pengiriman dari distributor ia juga membayar ongkos kirim (Ongkir).

“Kalau dijual sesuai HET tidak cukup mas,. Karena harus membayar separuh biaya pengiriman,” tandasnya.

Sedangkan Distributor pupuk subsidi wilayah Banyuates, Shohib saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp-nya memilih irit bicara.

“Terima kasih pak untuk atensinya. Alhamdulillah kemarin sudah dilakukan koordinasi dengan semua pihak terkait perihal hal tersebut. Alhamdulillah sudah clear dan clean,” singkatnya.


Reporter : Anaf

Artikel ini telah dibaca 87 kali

Baca Lainnya