Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Senin, 6 November 2023 - 20:14 WIB

4 bulan yang lalu

logo

BPS Catat: Triwulan III-2023 Ekonomi Jatim Tumbuh Meningkat 4,86 Persen (Y One Y)

Surabaya | klikku.net – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ekonomi Jawa Timur Triwulan III-2023 terhadap Triwulan III-2022 meningkat sebesar 4,86 persen (y-on-y). Sementara ekonomi Indonesia triwulan III-2023 tumbuh sebesar 4,94 persen (y-on-y)

Dr Zulkipli Kepala BPS Jatim dalam Rilis Berita Statistik, Senin (06/11/2023) menyampaikan bahwa dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas yang tumbuh sebesar 30,84 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PKLNPRT) yang tumbuh sebesar 7,05 persen.

Ekonomi Jawa Timur Triwulan III-2023 terhadap Triwulan II-2023 juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,79 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas yang tumbuh sebesar 16,79 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 5,29 persen.

Namun ekonomi Jawa Timur Triwulan III-2023 terhadap Triwulan III-2022 meningkat sebesar 5,02 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pengadaan Listrikdan Gas yang tumbuh sebesar 21,97 persen.

“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PKLNPRT) yang tumbuh sebesar 8,23 persen,” ujarnya.

Tetapi secara struktur, Lapangan Usaha Industri Pengolahan mendominasi struktur ekonomi Jawa Timur pada Triwulan III-2023 dengan kontribusi sebesar 30,06 persen.

“Sedangkan dari sisi pengeluaran didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) dengan kontribusi sebesar 59,75 persen,” paparnya.

“Sedangkan perekonomian Jawa Timur tumbuh Triwulan III-2023 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp754,47 triliun. Tetapi PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp469,31 triliun,” pungkasnya. Soen


 

Artikel ini telah dibaca 288 kali

Baca Lainnya