Internasional Pendidikan

Selasa, 7 November 2023 - 11:49 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Spektronics ITS Berjaya pada Kompetisi Chem E-Car di Amerika Serikat

Spektronics ITS Berjaya pada Kompetisi Chem E-Car di Amerika Serika

 

Surabaya – Spektronics, tim mobil prototipe bertenaga reaksi kimia dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali berjaya di ajang internasional.

Setelah terpilih masuk final global pada ajang Chem E-Car Competition di India. Tim Spektronics ITS sukses meraih juara ke-2, dalam ajang Chem-E-Car Global Race Competition yang diselenggarakan di Florida, Amerika Serikat, Minggu (5/11).

Menurut Ketua Tim Spektronics ITS Bimo Bintang Aulia, terdapat 46 finalis dari berbagai universitas seluruh dunia. Termasuk kampus top dunia, seperti Toronto University dan Tsinghua University.

“Sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia, Spektronics ITS berhasil meraih posisi kedua,” ujarnya, Selasa (7/11).

Kejuaraan bergengsi yang diselenggarakan oleh American Institute of Chemical Engineers (AIChE) ini, terdiri dari beberapa tahapan. Dimana setiap tim, harus melewati seleksi pada tahap Chem-E-Car Regional Competition di masing-masing wilayah.

Sementara dalam persiapan menuju tahap final pun, tim peserta harus menjalani sesi safety and inspection. Dimana satu hari sebelum race competition berlangsung, semua mobil wajib diuji performa dan kelayakannya.

Bimo menjelaskan, mobil Spektronics 23 ITS versi terbaru ini, memanfaatkan reaksi dari tekanan udara dari dekomposisi hidrogen peroksida (H2O2) dengan katalis ferri klorida (FECl3) untuk menghasilkan sumber tenaga.

“Kemudian tekanan udara ini disalurkan melalui sistem pneumatic, yang menjadikannya penggerak mobil yang kuat,” terangnya.

Mobil ini juga dilengkapi teknologi terintegrasi, dalam bentuk fitur solenoid valve yang dapat dikendalikan secara otomatis menggunakan arduino nano.

Fitur ini memberikan kemampuan yang lebih baik, dalam mengontrol tekanan udara. Hingga memungkinkan mobil untuk bergerak dengan akurasi yang lebih tinggi.

“Teknologi ini meningkatkan efisiensi hingga 50 persen dari mobil kami sebelumnya,” papar Bimo.

Dengan teknologi terbaru ini, mobil karya Bimo Bintang Aulia, Wiji Dharma Aditiya, Achmad Fadjar Maulana Firdaus, dan Dheas Pinda Prayoga ini, mampu meraih skor tinggi saat kompetisi.

“Mobil berbahan bakar kimia rancangan kami, menempuh jarak 25 meter. Dan harus bisa berhenti sedekat mungkin dengan garis finish. Error dari tim kami sebesar 0,112 meter. Hanya berbeda 0,05 meter dari Auburn University, Amerika Serikat, yang keluar sebagai juara 1,” ungkapnya.

Bimo juga menyampaikan terima kasih pada seluruh pihak, yang memberi dukungan moral dan materiil, serta sumbangsih atas keberhasilan Tim Spectronics ITS.

“Kemenangan ini menjadi langkah yang baik bagi kami, untuk terus mengharumkan nama ITS dan Indonesia, di berbagai kompetisi internasional berikutnya,” pungkas Bimo optimis.


 

Artikel ini telah dibaca 60 kali

Baca Lainnya