Daerah

Jumat, 10 November 2023 - 15:38 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Tokoh Nasional Asal Jawa Timur Bersatu Menangkan Gibran “Gus Dur Muda”

Oleh : Abdullah Amas

(Direktur Eksekutif ATUM Institute)

Jawa Timur melihat petanya saja kita sudah melihat ini Pulau yang Paling Timur penuh dengan keunikan. Disini basis Nahdliyin ada pula basis Madura dan Basis Abangan.

Untuk Madura sudah jelas di sini ada Ra Imron Amin seorang Kyai Keturunan Syaikhona Cholil yang amat dihormati di Madura. Lalu ada Khofifah yang menguasai santri dan Tapal Kuda lalu di daerah abangan atau mataraman seperti Pacitan dan Madiun ada SBY dan Soekarwo. Di Pacitan, pesona SBY digdaya disini, Calon Bupati yang didukungnya pasti menang. Jawa Timur juga selama ini terkenal antara kubu Mataraman yang tokoh terdepannya Sukarwo dan Tapal Kuda serta Santri yang Tokoh Utamanya Khofifah. Kini Sukarwo, Khofifah dan SBY bersatu untuk Prabowo-Gibran.

Gaya santun Ketua Koordinator Strategis TKN Prof. Sufmi Dasco juga membuat performansi Prabowo makin santri dan begitu dekat di batin masyarakat Jawa dan Madura yang begitu mereka ‘dianggap’ maka mereka akan memberikan loyalitas sebagai sahabat dengan begitu besar Gerindra, Demokrat dan Golkar juga tampil prima di Jawa Timur. Paket dua Tokoh Khofifah-Sukarwo mirip Paket Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi yang menjadi motor utama pemenangan Prabowo di Jawa Barat.

Jawa Timur juga amat subur loyalis dan pecinta Jokowi. Tentu menjadi penambah stamina dan oksigen Politik Prabowo dan Gibran.

Saya berpesan kepada TKN Prabowo bahwa Jawa Timur akan beri kemenangan tak terbayangkan bagi Prabowo-Gibran karena disini daerah yang biasa ikut Komando Jokowi, Khofifah, Sukarwo dan Prabowo, Jawa Timur sampai pelosok desa memang milik Pemimpin Merakyat dan Tegas Prabowo-Gibran, Jawa Timur dikenal orangnya polos-polos dan lugu serta loyal, hendaknya habis quick count Prabowo dan Gibran lebih dulu buat pesta kemenangan di Jawa Timur, disinilah tempatnya Para Pendekar yang satu nyali pantang menyerah dengan Ketua Umum IPSI Prabowo, disinilah asal Gajah Mada yang mempersatukan Nusantara yang kini diperjuangkan oleh Prabowo.

Gibran Sang Gus Dur Muda

Amas ATUM Institute Sebut Gibran Sang Gus Dur Muda Aura Wajah Kharismatik Gibran yang mirip Gus Dur Muda kian nampak. Keluwesan Gus Dur dan Kecintaan Gus Dur pada Rakyat ada pada sosok Gibran.

“Gibran bukan saja mewarisi ketegasan Prabowo dan kelembutan Jokowi tapi juga keluwesan Gus Dur utamanya kharisma saat berada di majelis-majelis Ilmu”kata Abdullah Amas yang juga Presiden/Ketua Umum DPP Partai Ummat Islam (PUI).

Gibran, merupakan sosok Walikota Solo yang ditangannya Solo menjadi Kota yang humanis ke rakyat. Kepemimpinan egaliter ala Gus Dur dan Jokowi terlihat sehari-hari dalam wajah Kota Solo.

“Solo adalah Hujan Inspirasi akan Masa Depan Indonesia, Kota yang penuh gotong royong telah mempercepat hadirnya pemimpin muda yang santun dan pekerja keras serta berjiwa santri dalam mengukir Solo dengan perkembangan signifikan”tandas Wakil Ketua Umum DPP Federasi Pekerja Kependidikan Seluruh Indonesia (F.KSI) ini.

Sikap rendah hati dan tidak reaktif membuat SBY dulu kalahkan Megawati dua kali dan sikap seperti ini Cawapres Gibran yang punya.

“Coba anda perhatikan cawapres lain apa statmentnya produktif atau sebaliknya,” ujar Amas, Direktur Eksekutif ATUM Institute.

Gen-Z dan Millenial lebih unik lagi mereka suka sosok yang terlihat santuy, terlebih kalangan santri.

Kebersihan Hati

Kebersihan hati dalam Politik ini hanya akan mengundang rahmat dari Allah yang akan memberikan kemudahan bagi Gerindra. Bukankan Allah tidak menyukai politik kebencian dan kedengkian dan Allah menyukai sikap rendah hati, mengalah, berbuat baik pada siapapun termasuk yang bersebrangan dan lain sebagainya.

“Jalan menyenangkan Allah dan Membangun Politik santun merupakan jalan yang disediakan Allah agar Indonesia menjadi negara penuh rahmat sejahtera lahir bathin melalui karakter santun dan pekerja keras Gerindra dan Gibran,” ujar Amas.

Gerindra dan Gibran meski diserang tak segan malah memberi pujian dengan berbagai penilaian objektif dan positif pada pihak lawan.


Reporter : Anam

Editor : Redaksi

Artikel ini telah dibaca 1000 kali

Baca Lainnya