Daerah Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Selasa, 14 November 2023 - 21:44 WIB

3 bulan yang lalu

logo

BI Berikan Insentif Likuiditas Makroprudensial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan

Magelang | klikku.net – Bank Indonesia (BI) memperkuat kebijakan likuiditas makroprudensial, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kebijakan ini diwujudkan melalui pemberian insentif likuiditas, kepada perbankan yang menyalurkan kredit/pembiayaan sektor-sektor prioritas, seperti UMKM, sektor hilirisasi, dan sektor hijau.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Direktur Kebijakan Makroprudensial BI Ina Nurmalia, disela kegiatan Capacity Building dan Bincang Bareng Media Kantor Perwakilan BI Jawa Timur, di Pelataran Heritage Borobudur, Magelang, Selasa (14/11).

“Kebijakan likuiditas makroprudensial merupakan salah satu instrumen BI, untuk mendorong intermediasi yang seimbang, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kebijakan insentif likuiditas ini berlaku sejak 1 Agustus 2023 hingga 31 Desember 2023. Kebijakan ini diberlakukan untuk mendorong perbankan, guna menyalurkan kredit/pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Sektor-sektor prioritas tersebut antara lain UMKM, sektor hilirisasi, dan sektor hijau,” tuturnya.

Ina menambahkan, sektor UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Sektor hilirisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk Indonesia. Sektor hijau memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Dengan kebijakan insentif likuiditas ini, diharapkan perbankan dapat lebih optimal dalam menyalurkan kredit/pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas dengan suku bunga yang lebih kompetitif,” ungkapnya.

Kebijakan insentif likuiditas ini diberikan dalam bentuk pelonggaran atas kewajiban pemenuhan giro Rupiah bank di BI.

Bank yang menyalurkan kredit/pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas dapat mengurangi kewajiban giro Rupiah-nya di BI.

“BI akan terus memantau perkembangan perekonomian. Serta melakukan penyesuaian kebijakan likuiditas makroprudensial secara berkala, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.


 

Artikel ini telah dibaca 34 kali

Baca Lainnya