Pendidikan

Selasa, 14 November 2023 - 11:07 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Usung Pengobatan Osteoartritis Lansia, Mahasiswa Unair Raih Penghargaan Internasional

Surabaya | klikku.net – Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) menggagas alternatif pengobatan osteoartritis yang lebih ramah lansia.

Berkat inovasi tersebut, mereka berhasil meraih medali emas pada ajang International Science and Invention Fair (ISIF). Serta Special Award dari Malaysian Innovation Invention Creativity Association.

Mereka adalah Amadeo Lemuel, Jihan Aura, Talitha Amelia T, Thoriq Hibatullah, dan Muhammad Esa Erlang S, yang berlaga pada ajang ISIF yang digelar di Bali, pada 9-10 November 2023.

Selaku perwakilan tim, Jihan menerangkan bahwa dalam kompetisi internasional tersebut, mereka menggagas patch microneedle untuk penyakit osteoartritis.

“Inovasi itu berlatar belakang dari kondisi lansia di Indonesia yang banyak mengalami osteoartritis. Yang merupakan penyakit degeneratif kronis, pada tulang rawan sendi lansia. Penyakit ini cukup dominan menyebabkan kecacatan sendi,” ujarnya, Selasa (14/11).

Jihan menambahkan, meskipun saat ini pengobatan untuk osteoartritis telah ada, seperti NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drugs) dan glukokortikoid.

“Sayangnya, pengobatan ini mengakibatkan efek samping pada sistem peredaran darah dan pencernaan. Untuk itu, kami mengembangkan alternatif pengobatan penyakit osteoartritis melalui patch microneedle. Yang merupakan sistem pengantaran obat transdermal menggunakan ratusan jarum berdiameter mikro,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dalam penggunaannya, microneedle tidak menimbulkan rasa sakit. Karena penggunaan jarum hanya menembus epidermis.

“Hal ini selaras dengan tujuan pengobatan osteoartritis, yaitu mengurangi rasa nyeri, mengoptimalkan gerak sendi, dan menghambat terjadinya komplikasi,” imbuhnya.

“Tetapi, karena microneedle berbahan dasar logam. Maka akan menimbulkan limbah berbahaya setelah penggunaan. Untuk itu, kami menggabungkan patch microneedle, dengan kitosan dan jahe merah sebagai alternatif. Kitosan terpilih sebagai bahan dasar karena biodegradable dan tidak sitotoksik,” tutur mahasiswi program studi pengobat tradisional itu.

Setelah bersaing melawan tim lain yang berasal dari 32 negara. Tim Unair berhasil meraih medali emas ISIF.

“Bahkan, kami juga mendapatkan special award dari Malaysian Innovation Invention Creativity Association,” terang Jihan.

Jihan dan timnya juga bersyukur, karena segala upaya dan kerja kerasnya berbuah manis.

“Kiatnya adalah tetap optimis dan kerja keras. Serta memperluas wawasan dan jaringan. Agar mudah dalam menemukan inspirasi, inovasi, dan ide-ide,” pungkasnya.


 

Artikel ini telah dibaca 83 kali

Baca Lainnya