Ekonomi Bisnis

Rabu, 15 November 2023 - 04:12 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Maksimalkan Pemanfaatan SDA, Pemerintah Terbitkan PP 36 Tahun 2023 

Magelang | klikku.net – Pemerintah Indonesia terus berkomitmen memaksimalkan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA), serta mempercepat hilirisasi SDA guna meningkatkan kemakmuran masyarakat.

Langkah terbaru adalah dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam (PP DHE SDA).

“PP ini merupakan revisi dari PP Nomor 1 Tahun 2019,” ujar Asisten Manager Departemen Pengelolaan Kepatuhan Laporan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Mahardynastika Nindyah Hapsari, disela kegiatan Capacity Building & Bincang Bareng Media di Magelang, Selasa (14/11).

Tika menyampaikan, bahwa sejak 1 Agustus 2023, pemerintah telah menetapkan penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam.

“Untuk itu, Bank Indonesia telah melakukan sejumlah langkah, untuk memastikan keberlanjutan dan kepatuhan terhadap regulasi terkait,” ungkapnya.

Dia menambahkan, BI juga memastikan bahwa devisa hasil ekspor sumber daya alam, digunakan secara efisien dan sesuai dengan ketentuan hukum.

“Dalam konteks ini, aspek kepatuhan terhadap laporan, menjadi perhatian utama. Sebab, transparansi pelaporan keuangan terkait devisa ekspor sangat penting. Dan menjadi kewajiban BI, untuk memberikan panduan kepada pelaku ekspor untuk memastikan kepatuhan mereka,” tuturnya.

“Pada periode Oktober, cadangan devisa ekspor Indonesia mencapai 134,9 miliar Dollar Amerika. Data BPS mencatat total devisa ekspor dari Januari hingga September sebesar 192,27 miliar Dollar Amerika,” sebutnya.

Ketentuan ini berlaku untuk eksportir dengan nilai ekspor minimal USD 250.000, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2023. Pada KMK nomor 272 tahun 2023, terdapat 1.545 jenis barang yang terkena DHE.

Eksportir yang memenuhi kriteria tertentu wajib menempatkan DHE SDA dalam sistem keuangan Indonesia melalui rekening khusus.

“Mereka yang memilih tenor 1 bulan mendapatkan insentif PPh atas bunga deposito turun dari 20% menjadi 10%. Insentif lebih besar diberikan untuk tenor 3 bulan dan 6 bulan, bahkan mencapai 0% PPh atas bunga deposito jika melebihi 6 bulan,” pungkasnya.


 

Artikel ini telah dibaca 1511 kali

Baca Lainnya