Kesehatan Pendidikan

Jumat, 16 Februari 2024 - 20:37 WIB

2 bulan yang lalu

logo

98 Fakultas Kedokteran se Indonesia Ikuti FORDEK AIPKI 2024 di Unusa

Surabaya | klikku.net – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjadi tuan rumah dalam pertemuan Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (FORDEK AIPKI).

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta dari 98 Fakultas Kedokteran di seluruh Indonesia, yang digelar 16-17 Februari 2024.

Pertemuan FORDEK AIPKI merupakan ajang tahunan yang dihadiri oleh para dekan fakultas kedokteran se-Indonesia, untuk membahas berbagai isu dan tantangan dalam dunia pendidikan kedokteran.

Menurut Ketua AIPKI Prof. Dr. Budi Santoso, salah satu bahasan adalah terkait tantangan kesehatan di era society 5.0.

“Dengan adanya perkembangan teknologi, perlu dilakukan peninjauan sistem pembelajaran untuk menyiapkan dokter-dokter baru di era saat ini”, ujarnya, Jumat (16/2).

Dia menambahkan, dokter perlu mengambil peran kepemimpinan, serta pengembangan produk dan pendidikan social-entrepreneurship, yang dapat diaplikasikan pada revolusi industri era 5.0.

“Sistem perawatan kesehatan yang berubah cepat, memerlukan kombinasi dari domain fisik, digital, dan biologis. Revolusi industri telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan manusia secara signifikan”, ungkapnya.

“Dalam era dinamis ini, penting bagi institusi pendidikan kedokteran untuk bersatu. Khususnya dalam upaya meningkatkan standar pendidikan dan penelitian. Seperti integrasi teknologi dalam kurikulum, peningkatan kualitas pengajaran klinik, dan kolaborasi dengan industri kesehatan”, pungkasnya.

Tema utama pertemuan kali ini adalah Penguatan Sinergi dan Kolaborasi untuk Kemajuan Pendidikan Kedokteran Indonesia. Ini mencerminkan tekad FORDEK AIPKI dalam membangun kolaborasi yang lebih erat antar-fakultas kedokteran.

Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA., menyampaikan, bahwa sangat diperlukan penguatan sinergi institusi pendidikan kedokteran untuk bisa mengikuti era revolusi 5.0.

“Dengan perkembangan teknologi, diperlukan rekomendasi objektif mengenai penambahan dokter dan pelayanan kesehatan. Seperti halnya inovasi teknologi layanan home care, personalized care, wellness & preventive care, end-of-life care,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., mengungkapkan, Unusa merasa sangat terhormat bisa menjadi tuan rumah FORDEK AIPKI kali ini.

“Dari 98 FK, terdapat 11 FK baru yang saat ini tergabung dalam AIPKI. Sebagai Institusi Pendidikan Kedokteran, kami akan selalu turut berperan aktif dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Pertemuan FORDEK AIPKI di Unusa tidak hanya menjadi platform untuk berbagi ide dan pengalaman. Tetapi, juga merupakan tonggak penting dalam membangun fondasi yang kokoh untuk kemajuan pendidikan kedokteran di Indonesia.

Para dekan dan akademisi fakultas kedokteran, nantinya akan kembali ke kampus masing-masing dengan semangat baru. Yakni untuk mewujudkan perubahan positif dalam dunia pendidikan kedokteran Indonesia.


@Nt

Artikel ini telah dibaca 373 kali

Baca Lainnya