Daerah Kasuistika

Rabu, 21 Februari 2024 - 08:00 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Oknum ASN Sidoarjo Diduga Jadi Mafia Tanah Serobot Tanah Milik Nenek Sripah

Sidoarjo |klikku net – Sungguh sangat malang nasib yang dialami Mbok Sripah, warga Dusun Serboi RT 007 RW 002 Desa Bogem Pinggir, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Sebab, tanah miliknya dengan luasan sekitar 6820 meterĀ  telah dikuasai orang lain, dan juga sempat digugat sebanyak 2 kali oleh Drs Wulyo Slamet.

Namun amar putusan tidak di terima secara obyek memang di kuasai oleh orang lain namun secara yuridis tanah tersebut belum pernah ada perubahan dan masih tetap atas nama Bu Sripah.

Menurut hasil investigasi dari tim kami, menurut keterangan dari Desa Setempat dengan melihat buku leter C tanah tersebut belum pernah ada perubahan dan masih tetap atas nama Mbok Sripah dan SPPTnya juga atas nama Mbok Sripah.

Kronologinya, tanah atas nama Bu Sripah yang beramatkan di Dusun Serboi RT 007, RW 002 Desa Bogem Pinggir, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, berdasarkan buku leter C Desa Setempat atas nama Mbok Sripah Dengan No 214 dengan luas kurang lebih 6820 M.

Tanah tersebut telah dikuasai orang lain tanpa adanya dasar hukum/ peralihan hak atas tanah.

Tanah dengan luasan 6820 terbagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama luas 2165 Meter dan bagian ke 2 luas 2500 dan yang ke 3 luas 2156.

Tanah menurut informasi dan cerita tanah dengan luas 6820 Meter telah terjadi proses jual beli sejak tahun 2006 namun proses jual beli tersebut masih kabur. Pada saat itu nilai jual beli tanah tersebut sebesar Rp. 13 juta di beli oleh Pak Suwadi.

Lahan kedua dan lahan ketiga dengan keluasan sekitar 2500 dan 2156 meter pada tanggal Tanggal 11- agustus -2001 Mbok Sripah bersama anaknya yang bernama sujaun pada saat itu mendatangi rumah Bu Supeni dengan maksud menyewakan tanah dengan luas sekitar 4650 M.

Pada saat itu di tawar oleh Bu Supeni dengan harga 300 ribu permusim dan apabila saat panen akan di beri hasil panen.

Namun dengan berjalannya waktu uang sewa 300 ribu per musim tersebut sampai sekarang belum ada realisasi (Tidak pernah di terima) mbok sripah.

Menurut keterangan sudah terjadi proses jual beli atau hibah sampai ke Bu Supeni dan akhirnya meninggal di ahli warisnya Drs Wulyo slamet dan saat ini tanah dua petak bidang tanah mbok Sripah tersebut di kuasai Oleh Drs Wulyo slamet

Dari hasil leter C yang ada di desa, berdasarkan investigasi belum pernah terjadi perubahan sampai saat ini, SPPT atas nama mbok Sripah.


Widji

Artikel ini telah dibaca 230 kali

Baca Lainnya