Daerah Hallo Polisi

Minggu, 24 Maret 2024 - 19:06 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Terjadi Ancaman Kamtibmas Polres Bangkalan Tekan Dengan Menggalang Masyarakat Setempat

Bangkalan | klikku.net— Diketahui Kasatbinmas Polres Bangkalan Iptu Lilis Sulistijani, S.E. bersama Camat Bangkalan Cicik Fidiyah, S.E. melaksanakan kegiatan sambang ke Rumah Ketua RW II Kelurahan Bancaran dan Rumah Ketua RW Kp. Barat Tambak, Kelurahan Pejagan, Kabupaten Bangkalan.

Kegiatan sambang tersebut dihadiri para Pemuda, Tomas, Para Ketua RT tersebut pada hari Jumat, (22/03), Kasatbinmas Iptu Lilis dalam kegiatan tersebut memberikan himbauan kepada masyarakat untuk saling menjaga dan menciptakan kondusifitas di setiap penjuru lingkungannya.

Upaya ini menurut penyampaian Iptu Lilis digagas guna sedini mungkin untuk menghindari potensi gangguan kamtibmas, tindak kriminalitas dan gangguan lainnya yang bisa terjadi dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama dengan kerjasama antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk semua terutama di masa bulan suci Ramadhan,” kata dia menyampaikan keterangannya.

Juga dengan diadakannya kegiatan ini menurut Lilis yakni mengharapkan dapat menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadhan.

“Kami memastikan bahwa masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan damai. Tidak ada lagi kegiatan Balap Liar, Perang Sarung, Balap Lari, maupun sejenisnya karena kini sudah ada sanksi hukumnya,” terang Lilis.

Dalam kegiatan sosialisasinya tersebut, Lilis menerangkan seperti joki balapan liar akan ada dikenakan Sanksi Pidana yakni dijerat dengan Pasal 331 (2) UU LLAJ.

“Dalam Hal Perbuatan Sebagaimana Dimaksud Pada Ayat (1) Mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas Dengan Kerusakan Kendaraan Dan/Atau Barang Sebagaimana Dimaksud Dalam Pasal 229 Ayat (2), Pelaku Dipidana Dengan Pidana Penjarapaling Lama 2 (Dua) Tahun Atau Denda Paling Banyak Rp 4.000.000.”

Begitu pula dengan para pelaku tawuran perang sarung Lilis juga menyatakan dapat dijerat dengan UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 76 C Pasal 80 ayat 1 dan 2, dan Pasal 170 KUH Pidana tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman penjara diatas 5 tahun penjara.

Bila aksi perang sarung berakibat pada meninggalnya orang lain, maka kata Lilis pelakunya dapat dijerat dengan pasal yakni Pasal 338 KUHP pidana, yang mempunyai ancaman hukuman penjara paling lama lima belas tahun.

“Jadi aksi perang sarung bukan lagi kenakalan biasa. Orang tua, guru dan perangkat desa akan dilibatkan untuk mengatasi fenomena ini dengan mengedepankan aspek pembinaan. Tapi bila ada pelaku yang betul-betul terbukti melakukan perbuatan pidana apalagi direncanakan, maka dia akan diproses hukum,” tandasnya.

Oleh sebab itulah, Lilis menyarankan untuk selalu mengawasi pergaulan anak-anak. “Pastikan sebelum pukul 22.00Wib, anak-anak sudah ada di rumah, larang mereka untuk keluar rumah, beraktivitas pada dini hari. Hal ini tentunya membuat khawatir orang tua,” kata Lilis Kasatbinmas menegaskan.

Dalam rangka mengantisipasi adanya hal yang tidak diharapkan bersama itu kini Polres Bangkalan melalui Lilis menyampaikan pada masyarakat, dirinya mengajak untuk mengaktifkan kembali kegiatan Poskamling dengan melakukan ronda keliling secara bergantian.


Anam

Artikel ini telah dibaca 250 kali

Baca Lainnya