Pendidikan

Selasa, 9 Juli 2024 - 16:21 WIB

6 hari yang lalu

logo

Setelah Jadi Sorotan Nasional, Rektor Unair Batalkan Pencopotan Dekan FK 

Surabaya | klikku.net – Rektor Unair Prof Mohammad Nasih membatalkan pencopotan Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Prof Budi Santoso, setelah menjadi sorotan nasional selama sepekan terakhir.

Prof. Nasih mengumumkan pembatalan itu melalui konferensi pers pertama pada Selasa (9/7).

Keduanya menunjukkan keakrabannya di hadapan media, usai salat ashar di Masjid Ulul Azmi area Kampus C Unair, Selasa sore pukul 15.00 WIB.

Prof BUS, sapaan akrab Prof Budi Santoso minta maaf pada rektor, karena sudah salah memberi komentar yang justru dinilai mewakili institusi.

“Alhamdulillah semua sudah berakhir. Saya secara pribadi mengaturkan maaf pada Bapak Rektor. Mungkin saya bermaksud mewakili diri pribadi, tapi mungkin terlalu kelewatan. Sehingga saya menggunakan institusi. Ini mungkin salah saya. Alhamdulillah Bapak Rektor sudah memaafkan dan semuanya saya kembalikan ke Bapak Rektor,” ujar Prof BUS, usai dipersilakan rektor memberi pernyataan terlebih dulu.

Sementara itu, Prof Nasih menyatakan akan mengembalikan jabatan Prof BUS sebagai Dekan FK Unair, terhitung mulai Rabu (10/7).

“Kami sudah menerima surat dari Prof BUS. Intinya kami sudah paham apa yang disampaikan oleh Prof BUS. Dan itu menjadi alasan bagi untuk mengangkat beliau sebagai dekan, ya kami angkat sudah selesai. Selanjutnya tentu saya mohon maaf, cerita serial ini berakhir sampai di sini,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia menolak mengatakan alasan soal pemecatan Prof BUS. Ia juga tidak mau membenarkan, kebenaran pemecatan karena Prof BUS menolak kedatangan dokter asing rencana Kementerian Kesehatan RI.

“Itu masa lalu. Sekarang kita fokus ke depan untuk Unair yang kita cintai bersama-sama. Saya tidak tahu soal pendapat, yang saya tahu ini (Prof BUS) sahabat saya,” paparnya sambil merangkul Prof BUS.

Sebelumnya diketahui, setelah Prof BUS mengumumkan pencopotannya 3 Juli 2024, isu ini ramai diperbincangkan. Beragam pihak komentar, termasuk Kementerian Kesehatan yang membantah ada intervensi ke rektor.


@Man

Artikel ini telah dibaca 245 kali

Baca Lainnya