Kesehatan

Selasa, 9 Juli 2024 - 13:17 WIB

6 hari yang lalu

logo

Tingkatkan Kewaspadaan Ancaman Cyber pada Lembaga Kesehatan, RSUD dr Soetomo gelar Webinar Hybrid Cyber Crime

Surabaya | klikku.net – RSUD dr. Soetomo menggelar Webinar Hybrid Cyber Crime dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan, serta kewaspadaan, terkait maraknya kejahatan dunia maya.

Acara ini diadakan di ruang Loka Widya Husada RSUD dr Soetomo. Dan dihadiri sejumlah kalangan, diantaranya adalah tenaga kesehatan, profesional keamanan siber, Subdit Siber Polda Jatim, Diskominfo Pemprov Jatim, tenaga IT RSUD dr Soetomo, dan sebagainya.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB secara hybrid ini, menghadirkan sejumlah pembicara. Diantaranya Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Charles P Tampubolon, Direktur Keamanan Siber & Sandi Pembangunan Manusia BSSN Agus Prasetyo.

Selain itu juga ada Kasi Keamanan Teknologi Informasi DPTSI ITS Hatma Suryotrisongko, Kadis Kominfo Pemprov Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, dan Kepala Instalasi Teknologi Komunikasi & Informasi RSUD dr Soetomo Jemmy Andijaya Soetantio.

Dalam sambutannya, Direktur RSUD dr Soetomo, Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa dr SpKK(K) menekankan pentingnya pemahaman dan kesiapsiagaan RS terhadap serangan siber.

“Rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan, harus selalu siap menghadapi berbagai jenis ancaman, termasuk ancaman dari dunia maya,” ujarnya.

Direktur RSUD dr Soetomo, Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa dr SpKK(K) saat memberi keterangan pers

Prof Cita menambahkan, melalui sesi berbagi ini, pihaknya dapat mempelajari pengalaman dan praktik terbaik dari para ahli dan praktisi di bidang keamanan Cyber.

“Serta mendiskusikan langkah-langkah konkret, untuk melindungi data pasien dan menjaga keamanan sistem informasi kesehatan. Dengan demikian, kita dapat membangun lingkungan kesehatan yang lebih aman dan terjamin untuk semua pihak yang terlibat”, tuturnya.

Dia menegaskan, untuk mengatasi ancaman ini, penting bagi rumah sakit di Indonesia untuk memprioritaskan keamanan Cyber Crime dan melindungi data pasien dari ancaman Cyber Crime.

“Sayangnya, masih banyak profesional kesehatan yang tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan, untuk mengidentifikasi dan merespons ancaman dunia maya”, ungkapnya.

“Kegiatan ini adalah salah satu langkah kami, untuk memastikan bahwa seluruh staf dan mitra kami, memahami risiko ancaman siber dan cara mitigasinya”, pungkasnya.


@Man

Artikel ini telah dibaca 165 kali

Baca Lainnya